Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

PJ Bupati Kudus: Gerakan Pangan Murah Upaya Pemerintah Stabilisasi Pasokan dan Harga

Gerakan pangan murah melalui gelar hasil tani yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus

|
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Gerakan pangan murah melalui gelar hasil tani yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus kembali digelar, Jumat (2/2/2024).

Dalam kegiatan itu, Penjabat (Pj) Bupati Kudus Dr. M. Hasan Chabibie membuka langsung pelaksanaan gerakan pangan murah pertama di 2024.

Selanjutnya bakal digelar setiap bulan pada Jumat pagi pekan ke dua. 

Baca juga: Tekan Inflasi di Solo, Gerakan Pangan Murah Bakal Digelar Bergilir ke Tiap Kelurahan

Dia menyampaikan, gerakan pangan murah sebagai upaya pemerintah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan. 

Pemerintah wajib hadir merespon cepat terhadap situasi harga bahan pokok yang mengalami naik turun.

Termasuk upaya untuk mengendalikan inflasi daerah. 

Hasan menyebut, kondisi ekonomi daerah rentang waktu 2022-2023 sudah membaik paska dihantam Covid-19 dan cuaca ekstrem.

Dua persoalan tersebut sempat mempengaruhi pasokan dan stabilitas harga pangan. 

Kini, tugas dari pemerintah adalah bagaimana cara menangani rantai pasokan pangan yang panjang untuk stabilisasi harga dan pasokan barang di lingkungan masyarakat. 

"Kegiatan ini salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam rangka mencari titik temu. Gerakan pangan murah rutin dilaksanakan satu bulan sekali untuk membantu masyarakat," terangnya.

M Hasan menerangkan, data menunjukkan bahwa Kabupaten Kudus pada Oktober 2023 lalu mengalami inflasi 0,04 persen, November 0,49 persen, dan Desember 0,15 persen. 

Beberapa produk penyumbang inflasi adalah bawang merah, cabai, gula pasir, bawang putih, dan beras. 

Melalui gerakan pangan murah tersebut untuk merespon situasi pasar yang terjadi di lingkungan masyarakat. 

Dengan cara menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah harga pasaran. 

"Masyarakat akan terbantu dengan gerakan ini untuk mencukupi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Sekaligus ikhtiar untuk meminimalisir inflasi daerah," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved