Berita Solo
Condro Kirono Sebut Akademisi Bebas Berpendapat, Asal Jangan Provokasi Rakyat Jadi Anarkis
Wakil TKN Prabowo-Gibran, Komjen Pol (P) Condro Kirono menilai kalangan akademisi memang harus kritis dalam dinamika politik
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Jelang masa tenang Pemilu 2024, muncul informasi hoaks yang begitu masif hingga gerakan-gerakan yang mengaitkan akademisi hingga petisi.
Menanggapi hal tersebut Wakil TKN Prabowo-Gibran, Komjen Pol (P) Condro Kirono menilai kalangan akademisi memang harus kritis dalam dinamika politik.
"Cukup wajar jika para akademisi berpendapat untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Jika sikap kritis tersebut sesuai dengan koridor demokrasi kami kira itu sangat baik," kata Condro saat di Solo, Senin (5/2/2024).
Baca juga: Umbul Doa, Ribuan Simpatisan Pemilu Damai Prabowo-Gibran Ikhtiar Jaga Kampung Jokowi di Solo
Namun, jika sikap kritis para akademisi mengarah pada provokasi politik yang dapat mempengaruhi sikap politik masyarakat menjadi apatis, kata Condro baru bermasalah.
"Harusnya mereka mendorong partisipasi masyarakat terhadap pemilu, jangan memprovokasi rakyat untuk anti pati dengan pemilu. Kritisi gagasan para paslon agar relevan dengan keinginan rakyat itu tugas para akademisi," imbuhnya.
Ia mengatakan, akademisi tidak boleh memanfaatkan situasi agar chaos yang justru nantinya akan melahirkan anarkis dan memberi ruang politik bagi otoritarian dalam situasi anarki tersebut.
Menurutnya, kontestasi politik harus berjalan secara demokratis agar dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat.
"Jika kontestasi ini dipahami sebagai ajang perebutan kekuasaan maka akan melahirkan anarkisme politik yang membuat bangsa ini mengalami kemunduran," imbuhnya.
Untuk itu, katanya dengan kampanye pemilu damai maka kontestasi akan berjalan sesuai koridor demokrasi. Ia mengatakan komitmen paslon 02 Prabowo-Gibran sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang dimanifestasikan dalam kontestasi pemilu.
"Pemilu adalah ajang kontestasi demokratik yang secara kolektif dipercayai sebagai satu-satunya perangkat utama dalam menjalankan estafet kepemimpinan."
"Sesuai dengan maknanya, kontestasi adalah pertarungan ide, gagasan, komitmen dan dedikasi terhadap rakyat dan negara," tutupnya. (uti)
Respati Ardi: Karnaval Budaya Hingga Solo Bersholawat Tetap Digelar Nanti Malam |
![]() |
---|
Janji Ketua DPRD Solo Pasca Demo Rusuh: Kami Tetap Terima Aspirasi Masyarakat |
![]() |
---|
Gedung DPRD Solo Dibakar, Api Baru Padam Subuh, Mobil Damkar dan Ambulans Dipukul Mundur Massa |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Gedung DPRD Kota Solo Dibakar Massa Dini Hari |
![]() |
---|
Lumpuh Total Akibat Gas Air Mata: Pedagang di Manahan Solo Terpaksa Tutup |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.