Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Respati Ardi: Karnaval Budaya Hingga Solo Bersholawat Tetap Digelar Nanti Malam

Meski menetapkan kondisi tanggap darurat hingga 5 September 2025, Respati Ardi memastikan karnaval budaya tetap akan berjalan nanti malam.

Penulis: Ardianti WS | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/ARDIANTI WORO SETO
KONDUSIF - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Respati menyebut, situasi di Kota Surakarta saat hingga sudah kondusif. Berkait kegiatan seperti karnaval budaya hingga Solo Bersholawat pada Minggu (31/8/2025) malam tetap akan digelar. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menegaskan situasi masif aman dan kondusif.

Meski menetapkan kondisi tanggap darurat hingga 5 September 2025, Respati menyebut jika karnaval budaya tetap akan berjalan.

“Status tanggap darurat selama tujuh hari sejak Sabtu (30/8/2025) setelah peristiwa demo dan perusakan fasilitas umum sampai gedung Sekretariat DPRD Kota Surakarta."

"Tetapi kota ini tetap aman, kegiatan tetap jalan” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Baca juga: Janji Ketua DPRD Solo Pasca Demo Rusuh: Kami Tetap Terima Aspirasi Masyarakat

Respati Ardi membeberkan, penetapan status tanggap darurat sesuai hasil rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta pada Sabtu (30/8/2025).

Respati menambahkan, status tanggap darurat merupakan keperluan administrasi, namun segala kegiatan di Kota Surakarta tetap berjalan.

Menurutnya, hal ini agar warga tidak salah persepsi dengan status tanggap darurat yang merupakan keperluan administratif.

Pemkot Surakarta memastikan semua rutinitas, termasuk event berlangsung normal.

Respati Ardi mengatakan, instruksi yang diberikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi itu untuk memastikan kondusivitas di kabupaten dan kota wilayah masing-masing.

“Ini bersama Gubernur Jateng mengarah terkait pengamanan di setiap wilayah."

"Pengecekan kondusivitas dari pemerintah dan masyarakat."

"Termasuk keterlibatan masyarakat untuk menjaga kotanya, wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan pelajar dalam aksi demo, Respati Ardi mengimbau agar orangtua dan pihak sekolah memberikan pengawasan.

“Kami ingatkan bahwa tanggung jawab anak-anak ini adalah orangtua."

"Karenanya, kami di Kota Surakarta akan meminta orangtua untuk kooperatif menjaga anaknya,” katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved