Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Skenario Pelajar SMK Pembunuh 5 Orang Satu Keluarga Kelabuhi Polisi, Buat Keterangan Palsu

Pelajar SMK yang membunuh 5 orang dalam satu keluarga ternyata sempat membuat skenario untuk mengaburkan aksinya.

Editor: rival al manaf
Tribun Kaltim
Siswa SMK Bacok Sekeluarga di Kaltim Hingga Tewas 

TRIBUNJATENG.COM - Pelajar SMK yang membunuh 5 orang dalam satu keluarga ternyata sempat membuat skenario untuk mengaburkan aksinya.

Namun skenario itu bisa terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam.

Tersangka yakni JND, menghabisi nyawa lima korbannya yang merupakan satu keluarga menggunakan parang tanpa gagang sepanjang 60 sentimeter.

Baca juga: KPU Kota Pekalongan Imbau KPPS Tak Pakai Benda Melekat di Tangan Saat Proses Pemungutan Suara

Baca juga: Nasib 6 Remaja Banyumas Anggota Geng Motor Ditangkap Polisi Karena Membawa Senjata Tajam

Baca juga: Chord Kunci Gitar Hilang Remember Of Today, Haruskah Kau Menunggu Disini

Para korban adalah Waluyo (35) ayah atau kepala keluarga, SW (34) ibu, RJS (15) anak perempuan pertama, VDS (11) anak kedua laki-laki, ZAA (3) anak ketiga laki-laki.

Setelah membunuh lima korban, pelaku sempat pulang dan ganti baju.

Lalu ia mengajak sang kakak untuk melaporkan pembunuhan yang ia lihat ke pihak RT.

Saat itu ia mengaku melihat sekelompok orang membunuh para korban.

Kapolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan bahwa, berdasarkan penyelidikan awal motif pembunuhan yakni karena sakit hati atau dendam.

Menurutnya keluarga tersangka dan keluarga korban memiliki konflik antara lain permasalah ayam dan korban tak mengembalikan helm selama tiga hari.

Salah satu keterangan dari keluarga korban mengatakan bahwa pelaku pernah menjalin hubungan asmara dengan salah satu korban yakni RJS (15).

Namun mereka tidak direstui oleh Waluyo dan istrinya yang juga menjadi korban, dengan alasan RJS sudah memiliki pasangan lain.

Sebelum melakukan aksi kejinya, JND sempat mabuk-mabukan bersama temannya tidak jauh dari lokasi rumah korban.

“Sementara ini, dendam karena percekcokan antar tetangga sebelah, permasalahan ayam, kemudian juga korban meminjam helm belum dikembalikan selama tiga hari,” ungkap Kapolres AKBP Supriyanto pada Selasa (6/2/2024).

Tersangka yang berada di rumah korban, mematikan meteran listrik sebelum masuk ke dalam rumah.

Pada saat itu hanya ada Ibu berinisial SW, anak pertama RJ, anak kedua VD, dan anak terakhir yang masih berusia 3 tahun yakni SAD, di dalam rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved