Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Keunggulan PSIS Buyar karena Gol Seorang Kiper, Gilbert Sebut Titik Balik di Babak Kedua: Terpukul

PSIS Semarang menelan pahir di penghujunga laga. Saat kemenangan sudah di depan mata, gol penyama kedudukan lawan membuyarkan segalanya

Editor: muslimah
istimewa
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius dan Septian David Maulana 

Kapten PSIS Septian David Maulana juga turut mencoba peruntungannya di menit 35 namun tembakannya masih melambung.

Hasil 1-0 kemudian bertahan hingga turun minum.

Berlanjut di babak kedua, Dewa United tampil lebih ngotot sepanjang laga.

Terus menekan pertahanan PSIS, Dewa United akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Sonny Stevens menit 90.

Kiper jangkung ini tak terkawal posisinya sehingga mampu mengkonversi peluang corner kick. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga akhir laga.

Gol Stevens tersebut juga merupakan gol bersejarah sebab menjadi gol pertama yang dicetak oleh seorang penjaga gawang di era Liga 1.

Terkait hasil laga, pelatih PSIS Gilbert Agius menyoroti perbedaan permainan timnya di babak pertama dan babak kedua.

"Saya mau menyampaikan terimakasih ke suporter sudah ke sini. Saya rasa tidak mudah datang kesini. Babak pertama kami bermain sepakbola yang bagus, punya banyak peluang, kami mampu kontrol pertandingan. Tapi babak kedua kami sangat drop sehingga Dewa United memanfaatkan situasi kami," kata Gilbert dalam jumpa pers.

Pelatih asal Malta tersebut menyoroti terkait performa tim di babak kedua yang menurutnya timnya mengalami penurunan performa.

"Sebetulnya di babak kedua ada tiga peluang lewat counter attack, mungkin final pass tidak bagus, keputusan wasit yang offside, lalu peluang Lucas Gama juga. Sepakbola terkadang seperti itu, jika tidak memanfaatkan peluang maka kita bisa kalah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gilbert juga turut mengucapkan selamat kepada kiper Dewa United yang berhasil mencetak gol.

"Saya katakan ke pemain kita harus berjuang sejak awal laga. Kita perlu berjuang penuh sepanjang laga karena lawan di Liga 1 semua sulit," katanya.

Hasil imbang ini diakui Gilbert membuat timnya terpukul.

"Suasana di dressing room (Ruang ganti--red) pemain sangat sedih, karena mereka percaya sebagai tim yang kuat, tangguh dan bisa memenangkan setiap laga. Sekarang kami harus menatap laga berikutnya dan belajar dari kesalahan dalam laga hari ini dan bersiap melawan Persib Bandung," katanya.

Sementara itu, kiper Mahesa Jenar, Adi Satryo menyebut faktor lapangan turut berpengaruh atas hasil ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved