Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Keunggulan PSIS Buyar karena Gol Seorang Kiper, Gilbert Sebut Titik Balik di Babak Kedua: Terpukul

PSIS Semarang menelan pahir di penghujunga laga. Saat kemenangan sudah di depan mata, gol penyama kedudukan lawan membuyarkan segalanya

Editor: muslimah
istimewa
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius dan Septian David Maulana 

Kontur lapangan yang tidak rata menyulitkan kiper Timnas Indonesia U-23 tersebut sulit melakukan build up serangan dari bawah.

"Sangat menyayangkan hasil seri hari ini. Kita harusnya bisa kill the game tapi bagaimanapun juga segala hal bisa terjadi dalam sepakbola. Terkait individu saya, saya sedikit kesulitan dalam melakukan build up karena situasi lapangan yang kurang memungkinkan mungkin menyulitkan saya untuk build up," ujar Adi.

Sementara pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memberikan apresiasi bagi pemainnya yang mampu mengubah situasi permainan di babak kedua.

Di babak pertama, Jan Olde Riekerink mengaku timnya tidak bermain bagus.

"Pada akhirnya saya senang dengan hasil satu poin dari laga ini. Saya kira kami sangat kacau di babak pertama, tidak ada semangat, tidak ada pergerakan, secara taktik mereka akan bermain menyerang. Kita sudah tau mereka akan menciptakan peluang. Tapi apa yang saya harapkan tidak berjalan normal," kata Jan Olde.

"Sebagai tim, kami mampu lebih baik di babak kedua. Kita dapat peluang, kadang juga kita perlu keberuntungan dan akhirnya kami mampu menyamakan kedudukan. Saya apresiasi penampilan pemain hari ini," ujarnya.

Terlepas dari hasil laga, ia mengaku PSIS sebagai salah satu tim yang tidak bisa diremehkan.

"PSIS juga mendapatkan peluang besar. Yang jelas mereka sebagai tim yang bagus. Kurang lebih mereka lebih baik di babak pertama, dan babak kedua kami tampil lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, sang penyelamat dari kekalahan untuk tim Tangsel Warrior, Sonny Stevens menyebut gol yang ia cetak bukan sebuah keberuntungan namun merupakan bagian dari proses latihan.

"Saya senang dengan gol saya. Kita sudah sering latihan. Babak pertama kami sangat kacau, babak kedua kami bagus dan lebih tenang saat menyerang dari sisi sayap. Banyak crossing, pada akhirnya kami mendapat poin yang bagus di laga away dari tim papan atas," katanya.

Ia mengatakan keputusannya maju ke depan gawang PSIS sudah ia perhitungkan secara matang.

"Tentu saya sudah menduga (terjadi gol),  ketika mendapat kesempatan ini di extra time babak kedua. Pilihannya kami kalah 2-0 karena kami kehilangan bola dan mereka cetak gol atau bisa menyamakan kedudukan 1-1," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved