Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Bawaslu Catat Ada Ketidaksesuaian Hasil Penghitungan Suara di 11.233 TPS

Bawaslu mengakui terjadinya sejumlah masalah dalam pengitungan suara pemilu 2024. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bag

Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Ilustrasi TPS 15 di Desa Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang - Bawaslu mengakui terjadinya sejumlah masalah dalam pengitungan suara pemilu 2024. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bawaslu mengakui terjadinya sejumlah masalah dalam pengitungan suara pemilu 2024. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

Ia menyebut, ada enam masalah penghitungan suara pemilu 2024.

Menurut dia, masalah penghitungan suara pemilu 2024 itu antara lain, pertama, ada 11.233 TPS yang didapati adanya Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat.

Kedua, sebanyak 3.463 TPS yang didapati melakukan penghitungan suara dimulai sebelum waktu pemungutan suara selesai.

Ketiga, ada 2.162 TPS yang didapati adanya ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan surat suara yang sah dan surat suara yang tidak sah dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih.

"Keempat, ada 1.895 TPS yang didapati Pengawas TPS tidak diberikan Model C Hasil Salinan. Kelima, sebanyak 1.888 TPS yang didapati Saksi, Pengawas TPS, dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas.

"Terakhir, ada 1.473 TPS yang didapati adanya intimidasi terhadap penyelenggara," katanya, di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/2) lalu.

Adapun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim telah memperbaiki anomali data penghitungan suara pilpres sebanyak 74.181 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada aplikasi Sirekap sejak 15 Februari 2024.

Ketua KPU, Hasyim Asy’ari mengatakan, selain penghitungan suara pilpres, pihaknya juga telah memperbaiki anomali data penghitungan suara pada aplikasi Sirekap terkait dengan pileg DPR sebanyak 14.651 TPS, dan untuk pileg DPD RI sejumlah 10.512 TPS.

"Sedangkan data anomali dalam Sirekap untuk pemilu DPRD Provinsi dan pemilu DPRD kabupaten/kota dilakukan proses perbaikan data oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota," katanya, di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Menurut dia, data Sirekap telah mengimplementasikan layanan komputasi cloud (awan) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika No. 3/2021. Hasyim menyebut, penggunaan layanan cloud dalam manajemen data Sirekap itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengolahan data pemilu.

Ia menyampaikan, penghitungan suara berjenjang pun sudah dilakukan secara bertahap. Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan akan berlangsung hingga 2 Maret. Kemudian hingga 5 Maret, dijadwalkan adanya rapat pleno kabupaten/kota.

Sementara itu, pleno provinsi berlangsung hingga 10 Maret 2024, pleno nasional dilakukan sejak 22 Februari hingga 20 Maret 2024. Sementara rapat pleno PPLN berlangsung hingga 22 Februari 2024.

"Bisa dikatakan temen-teman di luar negeri sudah selesai semua di 128 PPLN, hanya satu yang ditunda, yaitu PPLN di Kuala Lumpur," jelasnya.

Hasyim pun mengakui, publikasi data perolehan suara di dalam Sirekap belakangan tertunda atau melambat karena adanya proses koreksi dan sinkronisasi. Tujuannya, supaya suara yang direkapitulasi di tingkat kecamatan tak lagi mengalami perbedaan dengan publikasi Sirekap.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved