Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Santri Dianiaya hingga Tewas di Pesantren Kediri, Ini Pengakuan 4 Pelaku

BBM (14), seorang santri asal Banyuwangi di Pesantren Al Hanifiyah, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dianiaya hingga tewas.

Tayang:
Istimewa
Kondisi korban santri yang meninggal saat dipulangkan di Kediri 

TRIBUNJATENG.COM, KEDIRI - BBM (14), seorang santri asal Banyuwangi di Pesantren Al Hanifiyah, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dianiaya hingga tewas.

Penganiayaan dipicu emosi dan kejengkelan para pelaku.

Para tersangka yakni MN (18), MA (18), AF (16), serta AK (17) merasa geram dengan sikap korban yang dianggap tidak kooperatif dan tidak menuruti nasihat.

Baca juga: Keanehan Keranda Jenazah Santri yang Tewas Dianiaya, Seniornya Bilang Bintang Kesurupan

Pengakuan para pelaku yang kini telah berstatus tersangka dan ditahan polisi Kediri, Jawa Timur, tersebut sebagaimana disampaikan oleh Rini Puspitasari, pengacara dari keempat tersangka tersebut.

“(Pelaku) emosi sesaat.

Jawaban (korban) saat ditanya (pelaku) tidak nyambung tidak sinkron, sikapnya melotot.

Akhirnya dipukul,” ujar Rini Puspitasari kepada Kompas.com, Rabu (28/2/2024).

Contohnya saat mereka melihat korban tidak melaksanakan ibadah salat berjamaah, mereka menegurnya dan menasihatinya.

Namun korban tidak meresponsnya dengan baik sehingga memicu emosi pelaku.

Masih kata Rini, para pelaku merupakan teman satu kamar di pesantren.

Di kamar itu selain mereka, juga ada beberapa santri lainnya.

Sehingga saat mengetahui korban tidak mengikuti kegiatan pondok, mereka kembali mengingatkannya namun korban bergeming.

Sikap korban tersebut akhirnya membuat para pelaku jengkel sehingga terjadilah penganiayaan itu.

“Sebelumnya tidak ada masalah apa-apa.

Jadi karena emosi saat (korban) ditanya apa jawabnya apa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved