Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Fajar Anak Anggota Dewan Ajak Ratusan Warga Bawa Parang dan Bom Molotov Serang Kantor KPU

FR alias Fajar yang diidentifikasi sebagai aktor intelektual di balik demo ricuh di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai

Editor: muh radlis
IST
FR alias Fajar (rompi orange) otak kerusuhan di kantor KPU Sinjai. 

TRIBUNJATENG.COM -FR alias Fajar yang diidentifikasi sebagai aktor intelektual di balik demo ricuh di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Sulawesi Selatan, akhirnya menyerahkan diri.

FR alias Fajar (24) memutuskan untuk menyerahkan diri di Polres Sinjai pada Selasa (5/3/2024), sekitar pukul 08.30 Wita.

Sebelumnya, FR sempat melarikan diri atau bersembunyi di luar Kabupaten Sinjai.

"FR sempat keluar dari Sinjai," ungkap Kapolres Sinjai, AKBP Fery Nur Abdullah, pada Rabu (6/3/2024).

Senjata tajam dan bom molotov diamankan dari massa demo di KPU Sinjai. (tribun timur)
Senjata tajam dan bom molotov diamankan dari massa demo di KPU Sinjai. (tribun timur) (IST)

Meskipun demikian, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap lokasi persembunyian FR.

"Memang kami bentuk tim khusus, dan mendeteksi FR ini sempat berpindah-pindah kabupaten di Sulsel sebelum menyerahkan diri," jelas Kapolres Sinjai.

Menurut Kapolres Sinjai, FR memiliki peran sebagai aktor intelektual lapangan yang mengajak beberapa orang untuk mendatangi kantor KPU Sinjai guna mengawal caleg tertentu.

Selain itu, FR juga diduga mengajak massa membawa senjata tajam dengan tujuan menciptakan kerusuhan jika proses penghitungan surat suara ulang tidak menguntungkan caleg tertentu.

"FR juga berperan mencari kendaraan dan memfasilitasi massa datang ke Kantor KPU Sinjai.

Bahkan diduga tiga bom molotov ditemukan di kendaraan yang digunakan massa aksi milik FR," ujar Kapolres Sinjai.

Atas perbuatannya, FR kini dihadapkan pada ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Delapan tersangka kami tahan semua, namun kita terus melakukan perkembangan apakah ada keterlibatan orang lain,” katanya.

FR diburu karena menjadi aktor intelektual lapangan unjuk rasa berujung ricuh di Kantor KPU Sinjai.

Demo dilakukan Aliansi Masyarakat Simpatisan Kassi Buleng pada Sabtu (2/3/2024).

Dari informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, FR adalah anak Nurfa Damayanti yang merupakan caleg sekaligus anggota DPRD Sinjai Partai Gerindra.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved