Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tanah Ambles di Perumahan Permata Puri Kota Semarang, Dua Rumah Mewah Terancam Longsor

Dua rumah mewah di kawasan Perumahan Permata Puri, Kota Semarang terancam longsor. Sebab, di samping dua rumah tersebut terjadi tanah ambles. 

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
Dua rumah milik Ahmad Subaidi (54) dan Alun yang masuk wilayah RT 5 RW 8 , Beringin, Ngaliyan, Kota Semarang terancam longsor akibat tanah ambles, Kamis (14/3/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua rumah mewah di kawasan Perumahan Permata Puri, Kota Semarang terancam longsor. Sebab, di samping dua rumah tersebut terjadi tanah ambles. 

Dua rumah itu milik Ahmad Subaidi (54) dan Alun yang masuk wilayah RT 5 RW 8 , Beringin, Ngaliyan, Kota Semarang. 

"Saya dan keluarga sementara mengungsi dulu ke rumah anak," papar korban tanah ambles, Ahmad Subaidi, Kamis (14/3/2024). 

Ahmad mengatakan, tanah ambles di samping rumahnya terjadi pada Rabu (13/3/2024) sekira pukul 22.00 WIB. Kala itu, kejadian tanah ambles diiringi suara seperti dentuman yang keras. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Amblesan tanah dalam 12 meter , lebar 9 meter dan panjang 15 meter," paparnya.


Penyebab tanah ambles ternyata memiliki latar belakang yang cukup panjang. 

Menurut Ahmad, sempat protes kepada pihak pengembang perumahan karena samping rumahnya yang kini jadi lokasi tanah ambles dilewati kendaraan truk bertonase berat untuk menuju ke pembangunan Apartemen Amarta View yang berada di sisi selatan perumahan. 

Dampak dari aktivitas itu, alhasil gorong-gorong jalan yang berada di bawah tanah rusak. 

Gorong-gorong itu menjadi penghubung saluran air yang melintang dari selatan ke utara. 

"Saya protes kejadian itu tahun 2018, saya malah dipolisikan. Sekarang bisa dilihat dampaknya, tanah ambles," ucapnya.

Akibat kejadian itu, kata dia, alami kerugian berupa taman rumahnya ambles. 

Belum lagi rumah dua lantai seluas 300 meter persegi  itu terancam longsor.

Kemudian aktivitas istrinya untuk membuat kue lebaran harus terhenti karena rawan longsor. 

"Kerugian di dalam saja sampai Rp100 juta. Belum bangunan dan lainnya," jelasnya. 

Ia berharap, gorong-gorong dan jalan ambles segara diperbaiki dengan benar. Pengembang harus menguruk lagi dengan baik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved