Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Demak

Banjir Demak Penanda Selat Muria Muncul Lagi? BRIN: Tidak Akan Terjadi

Selat Muria akan muncul kembali menjadi perbincangan saat adanya peristiwa Banjir di Demak, Jawa Tengah, dan sekitarnya yang luar biasa.

Tayang:
Editor: m nur huda
Kolase
Banjir di Demak, Jawa Tengah, dan sekitarnya memunculkan perdebatan baru mengenai kemunculan Selat Muria. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selat ini dulunya merupakan jalur perdagangan antara Pulau Muria dan Pulau Jawa.

Namun, endapan fluvial dari sungai-sungai seperti Serang, Tuntang, Juwana, Jragung dan Lusi menyebabkan pendangkalan.

Pendangkalan ini tentu saja menghambat lalu lintas kapal-kapal besar.

Pusat perdagangan kemudian dipindahkan ke Jepara.

Sementara itu, pendangkalan semakin memburuk hingga Selat Muria tak lagi dapat dilalui kapal-kapal perdagangan.

Bukti Adanya Selat Muria

Bukti bahwa Selat Muria pernah ada di masa lampau dapat ditemukan melalui penemuan fosil hewan laut di Situs Purbakala Patiayam, Kudus.

Selain itu, keberadaan Selat ini juga memengaruhi kota Demak yang menjadi pusat pelabuhan yang ramai.

Di sekitar Selat Muria, terdapat beberapa pelabuhan kecil.

Namun, karena adanya konflik politik, komoditas dari daerah sekitar Selat Muria beralih ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Bekas keberadaan Selat Muria juga terlihat dari Situs Medang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di mana ekskavasi menemukan jejak hunian kuno serta temuan seperti fragmen gerabah, keramik, dan perhiasan berbahan emas.

Situs Medang diduga merupakan hunian kuno di sisi selatan Selat Muria.

Penemuan fosil hewan laut di Situs Patiayam, Kudus, juga menjadi bukti keberadaan Selat Muria.

Fosil-fosil ini, seperti moluska, ikan hiu, penyu, dan buaya, diperkirakan berumur 800.000 tahun.

Selat Muria semakin dangkal setelah abad ke-17, sehingga kapal tidak bisa melintasinya.

Namun, perahu-perahu kecil masih dapat melaluinya dari Demak hingga Juwana saat musim hujan.

Penelitian pada tahun 1996 oleh Lombard menunjukkan bahwa air laut dari Selat Muria masih terperangkap di dataran Jawa dan dikenal sebagai Bledug Kuwu.

Hilangnya Selat Muria dianggap sebagai kemunduran bagi Kerajaan Demak yang pernah berjaya.

Pendangkalan Selat membuat Demak, yang dulunya berada di tepi Selat Muria, berubah menjadi kota yang dikelilingi daratan. (*Kompastv/tribun jateng)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved