Semarang
Nasib Perumahan Dinar Indah Semarang, Langganan Banjir, Kini Pengembang Malah Kabur
Pengembang Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sampai saat masih kabur.
TRIBUNJATENG.COM - Pengembang Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sampai saat masih kabur.
Padahal banjir beberapa kali menerjang wilayah tersebut. Terakhir, banjir merendam Perumahan Dinar Indah pada Jumat (6/1/2023).
Akibat cuaca ekstrem, tanggul yang ada di dekat perumahan tersebut jebol dan menyebabkan banjir hingga memakan satu korban jiwa.
Baca juga: TAMPANG Arab Petek, Berlagak Bang Jago Acungkan Celurit di Jalanan, Tertunduk Saat di Polrestabes
Baca juga: Belasan Remaja Terciduk Asyik Bermesraan Saat Bulan Ramadan di Tempat Indekos Jepara
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ke-16 di Kabupaten Cilacap, Rabu 27 Maret 2024
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih mencari tempat relokasi yang aman untuk warga.
Namun, hal tersebut terkendala pengembang yang kabur.
"Di wilayah tersebut bagian atasnya terdapat lahan milik pengembang."
"Namun karena pengembangnya nakal dan lari dari tanggung jawab, sampai sekarang tidak dapat dihubungi," jelas perempuan yang akrab disapa Mbak Ita dalam keterangannya, Selasa (26/3/2024).
Saat ini, rencana relokasi warga Perumahan Dinar Indah terus dimatangkan oleh Pemkot Semarang.
Terlebih setelah ada arahan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu yang lalu.
"Perumahan Dinar Indah memang tidak diperuntukan sebagai permukiman," ujar dia.
Menurutnya, Perumahan Dinar Indah berada di daerah cekungan dan berdekatan dengan bantaran sungai Babon.
Hal inilah yang menyebabkan sering terjadi banjir akibat air kiriman dari wilayah atas.
"Kami sudah koordinasi dengan BNPB, dan mendapat arahan bahwa pembangunan untuk relokasi ada batas minimal nominalnya," kata Mbak Ita.
Mbak Ita mengaku jika sampai saat ini pihaknya masih terkendala dengan lahan pengganti yang akan digunakan untuk relokasi.
Rumah susun Mbak Ita bercerita, jika awalnya pemerintah sudah menawarkan kepada masyarakat untuk dipindah dan dibuatkan rumah susun.
| Hadapi Panas Ekstrem, Petani Sayuran Semarang Pasang Paranet dan Blower |
|
|---|
| Rekayasa Arus Lalulintas saat Karnaval Paskah Kota Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara |
|
|---|
| Supriyatun 40 Tahun Berjualan Nasi di Semarang, Kini Naik Haji Usai Nabung Rp 10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Kota Semarang akan Memulai Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-479 Melalui Launching |
|
|---|
| Musda HDII Jateng 2026, Penguatan Ekosistem Jadi Sorotan Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perumahan-Dinar-Indah-banjir-lagi.jpg)