Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Akal Bulus Si Ijal Menyamar Jadi Badut Selama Pelarian di Jakarta Usai Bunuh Pria Honorer Bandung

"Jadi selama di Jakarta, pelaku ini, Ijal, menyamar dengan menggunakan pakaian badut, supaya tidak terendus polisi."

istimewa
Ijal (31) 

Baca juga: Pengakuan Pelaku yang Habisi Pria dan Cor Mayatnya Sangat Rapi di Rumah, Motif Terungkap

Kejahatan Henky baru terungkap pada tanggal 13 April 2024 setelah diungkap oleh anak kandungnya.

Anak kandung Henky dan Jumati, F (16 tahun), mengadukan kasus ini kepada polisi.

F merasa tidak tahan lagi menyimpan rahasia mengenai ayahnya, Henky, selama bertahun-tahun.

Terlebih, dalam enam tahun terakhir, F sering kali menjadi korban perlakuan kasar dari ayahnya.

Setelah Lebaran Idul Fitri 2024, F melaporkan ayah kandungnya, Henky, ke Polrestabes Makassar atas kasus penganiayaan.

Namun, polisi terkejut saat mengetahui bahwa Henky juga telah melakukan pembakaran mayat istrinya di rumah mereka.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib.

"Anak korban melaporkan juga adanya tindakan kekerasan yang dilakukan bapaknya kepada ibunya tahun 2017. Kita lakukan tindakan, kita tangkap HT. Setelah kita lakukan pemeriksaan awal, HT mengaku telah menganiaya anak dan istri. Kita lakukan olah TKP, ternyata di belakang rumahnya ada barang bukti berupa tulang dan tengkorak manusia, pakaian dan kantong plastik untuk membungkus korban," ungkap Kombes Pol Mokhamad Ngajib dilansir dari tayangan TV One News, Selasa (16/4/2024) via TribunBogor.

Usut punya usut, aksi pembunuhan yang dilakukan Henky terjadi di bulan Agustus 2017.

Terkait motif, polisi mengurai pengakuan mengejutkan pelaku.

"Pelaku mengaku istrinya telah melakukan hubungan dengan pria lain sehingga motifnya cemburu antara pelaku ke istrinya. Telah dilakukan penganiayaan sebanyak tiga kali. Hari ketiga korban meninggal dunia," ujar Kombes Pol Mokhamad Ngajib.

Setelah aksi pembunuhan tersebut ia lakukan, Henky pun memboyong dua anaknya untuk pindah ke rumah orang tuanya.

Sementara rumah tersebut dikontrakan.

Lima tahun kemudian, polisi pun menggeledah rumah tersebut dan menemukan tulang belulang Jumiati di dapan coran tembok.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved