Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Slawi

Petik Melon Premium di Tegal, Harganya Mulai Rp 25 Ribu Sampai Rp 35 Ribu per Kilogram

Pemerintah Desa Kalisapu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mandiri, menyelenggarakan Gebyar Petik Melon Premium

Tayang: | Diperbarui:

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Desa Kalisapu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mandiri, menyelenggarakan Gebyar Petik Melon Premium mulai Kamis (18/4/2024) sampai Minggu (21/4/2024), di Jalan Cut Nyak Dien, Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, tepatnya di sebelah utara Kantor Samsat. 

Peresmian pembukaan salah satu jenis usaha yang dikelola BUMDes Berkah Mandiri Desa Kalisapu, yakni simbolis pemotongan pita oleh Danramil Slawi, didampingi Kepala Desa Kalisapu Ma'arif, Direktur BUMDes Berkah Mandiri Desa Kalisapu Khairur Rizal, dan unsur terkait lainnya yang hadir. 

Setelah dilakukan pemotongan pita, kemudian dilanjutkan masuk ke dalam area Green House untuk simbolis memetik buah melon premium yang sudah siap panen. 

Baca juga: Mbak Ita Tunjukkan Semarang Bisa Jadi Kota Penghasil Buah Melon

Direktur BUMDes Berkah Mandiri Desa Kalisapu Khairur Rizal, menjelaskan kegiatan petik melon premium kali ini merupakan panen perdana yang menggunakan sistem tanam di dalam Green House atau Rumah Kaca. 

Untuk lima varian melon premium yang ada di Green House Desa Kalisapu seperti varian Chamoe, Sweet Nett, Inthanon, Alisha, dan Sakata. 

Direktur BUMDes Berkah Mandiri Desa Kalisapu Khairur Rizal, memanen melon premium 2
Direktur BUMDes Berkah Mandiri Desa Kalisapu Khairur Rizal, sedang memanen buah melon premium varian Inthanon asal dari Belanda yang menjadi salah satu produk unggulan. Berlokasi di Green House Desa Kalisapu, Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (18/4/2024).

Lima varian melon premium tersebut ada empat yang berasal dari luar negeri, yakni Inthanon dari Belanda, Sweet Nett 9 dari Thailand, Chamoe dari Korea Selatan, dan Sakata dari Jepang. 

Sedangkan satu varian yakni melon Alisha berasal dari Indonesia.

"Jadi kami mengadakan petik melon premium dari tanggal 18-21 April 2024, buka mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Masyarakat yang datang ke Green House kami, bisa memilih dan memetik sendiri berbagai jenis melon yang ada, bisa juga icip-icip melon gratis. Bagi yang mau berfoto selfie dengan begron suasana Green House melon juga bisa. Jadi silahkan langsung datang ke lokasi," jelas Rizal, pada Tribunjateng.com. 

Membahas mengenai masa tanam melon premium di Green House yang pihaknya kelola, Rizal menerangkan melon siap panen mulai usia 60 hari setelah penanaman, atau maksimal 70 hari setelah penanaman. 

Sedangkan dari lima varian melon premium yang ada, dikatakan Rizal yang menjadi produk unggulan ada dua yaitu Inthanon karena memiliki visual (tampilan) berwarna kuning, ada motif jaring dan daging buahnya lebih lembut. 

Kemudian varian kedua yang menjadi produk unggulan yaitu melon Sweet Nett 9 dari Thailand, berwarna putih, ada motif jaring, bagian dalam berwarna orange, dan daging buahnya terasa renyah. 

"Kami menawarkan harga Rp 35 ribu per kilogram untuk empat varian melon dari luar negeri. Sedangkan untuk varian melon Alisha (lokal) harga Rp 25 ribu per kilogram," ujarnya. 

Adanya Green House melon premium juga memberdayakan pemuda Desa Kalisapu yakni masing-masing ada satu orang, sehingga total ada dua tenaga yang diberdayakan untuk Green House. 

"Target kami selama empat hari petik melon premium, dari jumlah 2.000 tanaman maka estimasi bisa menghasilkan sampai 2 ton buah melon," ungkapnya. 

Masih di lokasi yang sama, Kepala Desa Kalisapu Ma'arif, menuturkan bahwa Green House Melon Premium ditanam di atas tanah kas desa atau tanah aset Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved