Sosok Roni de Laserna, Pakar Hipnotis Asli Pati: Punya Ribuan Murid, Rumah Spek Hotel Berbintang
Inilah sosok Roni Firmansyah alias Roni de Laserna pria asal Pati yang sukses berkarir dalam pakar hipnotis.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kisah hidup Roni Firmansyah alias Roni De Laserna (38) membuktikan bahwa ketekunan, kemauan untuk belajar, dan ketangguhan dalam menjalani renjana atau passion bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan.
Mengawali karier sebagai kru musik orkes dangdut, Roni menemukan ketertarikan khusus dalam bidang hipnotis.
Setelah melalui proses panjang belajar dan menekuni dunia hipnotis, kini dia dikenal sebagai pakar hipnotis yang punya ribuan murid yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.
Satu demi satu impiannya bisa terwujud dengan menekuni bidang ini, mulai dari membangun rumah impian hingga mempopulerkan manfaat positif ilmu hipnosis.
"Sebelum masuk dunia hipnotis, sejak lulus SMA saya kerja jadi pemain musik melodi dangdut pantura. Buka usaha konter HP juga. Tapi prospek ke depan sebagai kru musik saya lihat kurang bagus, penghasilan minim karena dibagi banyak kru. Jam istirahat juga tidak teratur," ucap dia saat ditemui di kantor sekaligus kediaman pribadinya di Puri, Pati, Sabtu (20/4/2024).
Pria kelahiran 21 Februari 1986 ini kemudian mantap untuk banting setir ke bidang lain saat melihat pertunjukan sulap di sebuah mal di Semarang.
Sebelum fokus sepenuhnya di dunia hipnotis, pria asal Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus ini terlebih dahulu mencoba peruntungan di bidang sulap.
"Sejak kecil sudah suka sulap. Tapi mulai tertarik coba main sulap saat lihat atraksi sulap dan toko sulap di mal. Saya lalu belajar privat sulap. Pernah ketemu pesulap nasional Demian juga di Jogja," ujar suami dari Ristavia Yolanda Citra Ristanti (29) ini.
Di tengah perjalanan menekuni sulap itulah, Roni menemukan dunia hipnotis.
Sebab, dunia sulap memang terkait erat dengan dunia hipnotis.
Dengan menggabungkan seni sulap dan hipnotis, Roni bahkan pernah meraih Juara 2 dalam ajang sulap se-Jateng dan DIY di Kota Semarang pada 2009.
Dari situlah dia membranding diri sebagai seorang hypnollutionist yang menggabungkan hipnotis dengan sulap ilusionis.
Untuk menegaskan kepakaran di bidang hipnosis, pada 2011 Roni mendapat sertifikat dari International Association of Counselors and Therapists (IACT) Amerika Serikat.
Berjalannya waktu, sekitar 2012 Roni menghadap dilema untuk memutuskan apakah hendak fokus di sulap atau hipnotis.
"Sedangkan sulap saya lihat prospek kurang bagus, apalagi banyak yang bongkar-bongkar trik sulap di youtube," ucap ayah dari Salman Al Farisi (11), Rasendria Rizki Firmansyah (4), dan Riverlyn Swastika Firmansyah (2) ini.
| SDN Mencon Roboh, Plt Bupati Pati Instruksikan Bentuk Tim Khusus Audit Bangunan Sekolah Se-Kabupaten |
|
|---|
| Ketika 90 Sekolah di Pati Sukses Revitalisasi, Abdul Muti: Tahun Ini Fokus Daerah 3T |
|
|---|
| Seorang Nelayan Lansia Meninggal Mendadak saat Mencari Kerang di Pantai Tluwuk Pati |
|
|---|
| Pria Pati Penikam Dua Pemuda Ditangkap Setelah Buron Delapan Hari, 1 Korban Tewas |
|
|---|
| Tusuk Warga Juwana Hingga Tewas, Pria Asal Margoyoso Pati Terancam 12 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Roni-Firmansyah-alias-Roni-De-Laserna.jpg)