Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Suami Istri Tak Tahu Diri, Dipekerjakan dan Diizinkan Bikin Kantin di Sekolah Malah Acungkan Parang

Video aksi cekcok di dalam SMA Negeri 19 Makassar, yang berlokasi di Jl Inspeksi Pam Timur, Kecamatan

Editor: muh radlis
IST
Tangkapan layar petugas kantin dan sekurity SMA N 19 Makassar cekcok dengan guru. (tribun timur) 

TRIBUNJATENG.COM - Video aksi cekcok di dalam SMA Negeri 19 Makassar, yang berlokasi di Jl Inspeksi Pam Timur, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, beberapa ibu-ibu terlihat mendatangi ruang guru dengan sikap marah-marah, bahkan nyaris terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap salah satu guru.

Kepala Sekolah SMAN 19 Makassar, Muhammad Ahyar, membenarkan insiden tersebut.

Menurutnya, kejadian itu terjadi seusai rapat penyusunan RKAS pada Jumat kemarin.

Salah satu poin yang menjadi perdebatan adalah terkait rencana pembangunan kantin baru.

Muhammad Ahyar menjelaskan bahwa pengelola kantin yang sudah ada, yang merupakan istri dari petugas keamanan sekolah berinisial HB, merasa tidak terima dengan rencana tersebut.

Mereka mendatangi guru-guru sambil memprotes keras rencana pembangunan kantin baru.

Meski sudah berusaha ditenangkan, istri HB dan anak-anaknya tetap melontarkan kata-kata kurang etis dengan nada keras.

Bahkan, HB sendiri datang dengan membawa senjata tajam, menunjukkan sikap yang dinilai arogan oleh Muhammad Ahyar.

"Saya menyayangkan sikap HB yang terkesan arogan. Dia adalah petugas keamanan sekolah yang seharusnya menjaga ketertiban," ujar Muhammad Ahyar.

Muhammad Ahyar juga mengungkapkan rencananya untuk melaporkan kasus ini ke polisi, namun, ia masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan.

"Saya rencana memang mau lapor ke polisi, tapi ini rencana hari Senin mau dirapatkan di dinas, jadi saya tunggu petunjuk dari Dinas," sebutnya.

Hal senada diungkapkan Wakil kepala sekolah SMA Negeri 19 Makassar, Sultan Arifuddin, yang juga mengaku melihat sosok HB membawa senjata tajam saat hendak menghampiri lokasi keributan.

"Iya dia (HB) sekuritinya, kemarin itu dia sempat bawa parang tapi, dipeluk-dipeluk (dihalang-halangi)," ungkapnya.

Sultan pun mengeluhkan sikap HB dan keluarganya yang terkesan ingin berkuasa dalam sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved