Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Pilu 3 Wanita Malah Positif HIV Setelah Perawatan Kecantikan, Klinik Ditutup

Usai menjalani prosedur perawatan wajah, tiga wanita ini justru mendapat kabar buruk. Mereka didiagnosis positif HIV 

|
Editor: muslimah
GOOGLE
Ilustrasi HIV/AIDS 

TRIBUNJATENG.COM - Usai menjalani prosedur perawatan wajah, tiga wanita ini justru mendapat kabar buruk.

Mereka didiagnosis positif HIV 

Bagaimana bisa?

Adapun mereka memilih perawatan wajah vampire facial di sebuah spa medis di News Mexico, Amerika Serikat.

Baca juga: Viral Presiden Jokowi Makan di Mie Gacoan, Pesan Level Berapa? Nih Bocorannya

Baca juga: Hakim Pengadilan Agama di Kisaran Dipecat Karena Selingkuh

Nasib tiga wanita kena HIV usai perawatan wajah ini lantas menjadi sorotan hingga viral di media sosial.

Kasus ini dianggap sebagai penularan pertama HIV lewat prosedur kosmetik yang menggunakan jarum.

Dilansir The Telegraph via kompas.tv, Rabu (1/5/2024), Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan hasil penyelidikan yang dilakukan di klinik tersebut antara 2018-2023 menunjukkan ada penggunaan ulang peralatan yang seharusnya hanya boleh dipakai sekali.

Meski penularan HIV dari darah yang terkontaminasi melalui jarum suntik yang tidak steril, sudah lama diketahui, tetapi laporan terbaru CDC ini merupakan kasus pertama yang melibatkan prosedur kosmetik.

Ada berbagai perawatan kecantikan di klinik yang menggunakan jarum, misalnya saja suntik Botox untuk mengurangi keriput, ataupun suntik filler.

"Vampire facial" atau PRP (platelet-rich plasma) merupakan prosedur yang menggunakan jarum mikro. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil darah untuk dimasukkan ke dalam mesin khusus untuk memisahkan sel darah merah dan serum yang terdiri dari platelet.

Serum ini lalu disuntikkan kembali ke wajah atau dioleskan.

Perawatan "vampire facial" memang cukup rumit sehingga wajib dilakukan oleh dokter yang bersertifikat.

Departemen Kesehatan di New Mexico mulai melakukan penyelidikan terhadap spa tersebut yang dimulai sejak 2018, setelah ada laporan wanita berusia 40 tahun yang dites positif HIV walau ia tidak memiliki faktor risiko.

Wanita tersebut mengatakan ia memakai jarum suntik untuk melakukan prosedur di klinik spa tersebut.

Sejak kasus terbaru itu mencuat, spa tersebut sudah ditutup.

Selain HIV, risiko dari pemakaian jarum suntik yang tidak steril adalah penularan hepatitis B dan hepatitis C.

Apa itu HIV/AIDS

HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan karena terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Dikutip dari kemkes.go.id, HIV adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

Orang yang sudah tertular virus HIV jika tidak segera ditangani secepatnya maka akan berlanjut ke kondisi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh. 

Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS.

Sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya.

Hingga saat ini, HIV/AIDS belum bisa disembuhkan, namun penderita bisa hidup sehat seperti orang yang tidak terinfeksi dengan melakukan perawatan ARV sepanjang hidupnya.

Penyebab HIV/AIDS

HIV/AIDS dapat menyerang siapa saja.

Namun ada beberapa kelompok rawan tertular penyakit ini.

Berdasarkan laman bogorkab.go.id, penyebab HIV/AIDS dibagi menjadi empat.

Pertama, HIV disebabkan oleh perilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan.

Pengguna narkoba suntik dan pasangan seksual pengguna narkoba suntik juga berpotensi lebih besar tertular virus ini.

Selain itu, bayi juga bisa positif HIV jika ibunya positif HIV.   

Penularan HIV/AIDS
 
HIV dapat menular melalui cairan kelamin (cairan sperma, cairan vagina, darah dan dari ibu HIV ke bayinya (melalui kehamilan, persalinan dan Air Susu Ibu).

Untuk lebih lengkapnya berikut media penularan HIV/AIDS.

- Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.       
- Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian       

- Benda tajam alat cukur, jarum akupuntur yang tercemar darah yang mengandung HIV

- Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV       

- Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI).

Mitos HIV/AIDS

Karena penyakit ini menular dan belum bisa disembuhkan, muncul ketakutan yang menimbulkam stigma pada penderita HIV/AIDS.

Beberapa mitos HIV/AIDS yang sering muncul yakni menular lewat sikat gigi, bersin, bersentuhan dan lainnya.

Kemkes menegaskan HIV/AIDS tidak bisa menular lewat kontak sosial berikut ini.

- Bersenggolan atau menyentuh

- Berjabat tangan, berpelukan

- Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi HIV

- Melalui bersin atau batuk

- Bertenang bersama

- Menggunakan toilet/WC yang sama

- Menggunakan piring/alat makan yang sama

- Gigitan nyamuk atau serangga yang sama

Demikian mengenai penyebab HIV/AIDS dan cara penularannya.

(Tribunjatim.com
 
 
Sumber: Kompas TV
 


Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nasib 3 Wanita usai Perawatan 'Vampire Facial', Berakhir Positif HIV, Penyebab Penularan Terungkap, https://jatim.tribunnews.com/2024/05/01/nasib-3-wanita-usai-perawatan-vampire-facial-berakhir-positif-hiv-penyebab-penularan-terungkap?page=all.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved