Berita Batang
Hasil Evaluasi Itjen Kemendagri, Kinerja Pj Bupati Batang Diapresiasi
Hasil evaluasi tim evaluator Kemendagri mengapresiasi kinerja Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki yang sudah cukup berhasil.
Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Evaluasi kinerja Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki periode II Triwulan I Tahun 2023 berlangsung di Kantor Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.
Tim evaluator mengapresiasi kinerja Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki yang sudah cukup berhasil.
Evaluasi yang dipimpin oleh Ketua Evaluator, Inspektur III Inspektorat Jenderal Kemendagri Dr Erfin Ilyas menyoroti dedikasi dan pencapaian signifikan dalam berbagai bidang.
Baca juga: Awal Tahun Ini, Permintaan Dispensasi Nikah Trennya Menurun di Batang
Baca juga: Java Talk, Kolaborasi Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Batang
“Terima kasih atas pengabdian menjadi Pj Bupati Batang selama 2 tahun."
"Kinerja baik selama ini diletakkan sebagai pondasi kebijakan bagi kepala daerah hasil Pilkada berikutnya," tutur Dr Erfin.
Adapun fokus utama evaluasi adalah pada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Dr Ilyas menekankan pentingnya kebijakan yang tepat sasaran.
“Pj Bupati harus mengetahui by name by address (BNBA) yang menjadi sasaran program sehingga penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem lebih optimal," tegasnya di Jakarta, Senin (6/5/2024).
Sebelumnya, di hadapan tim evaluator Pj Bupati Batang menyampaikan lima poin penting yang menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya.
Termasuk inflasi, stunting, pengangguran, kemiskinan, dan penyerapan anggaran.
Upaya yang telah dilakukan termasuk koordinasi dan sinergi antara TPID dan pemangku kepentingan untuk menjaga stok dan distribusi komoditas pangan, serta inisiatif seperti Gerakan Tanam Cabai dan Operasi Pasar Beras.
“Inflasi Batang berdasarkan Sister City Kota Tegal."
"Namun untuk Kabupaten Batang dihitung melaui Indeks Perkembangan Harga (IPH) periode minggu keempat April 2024 sebesar -1,99 persen,” ungkap Lani Dwi Rejeki kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/5/2024).
Baca juga: Guru Penggerak Mendorong Inovasi dan Kualitas Pendidikan di Batang
Baca juga: Wajib Halal 2024, UMKM Deswita Batang Siapkan Produk Berkualitas
Sedangkan untuk masalah stunting, berdasarkan sistem elektonik pencatatan Dan pelaporan Gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) menunjukkan penurunan jumlah balita terdeteksi stunting dari 2023 ke 2024, menandakan kemajuan dalam penanganan masalah gizi.
"Pada 2023 angka stunting prosentasenya mencapai 10,69 persen di 2024 hingga 6 Mei prosentasenya turun menjadi 9,22 persen," jelasnya.
Tribunjateng.com
tribun jateng
Batang
Pemkab Batang
Lani Dwi Rejeki
Kemendagri
Sister City Kota Tegal
kemiskinan ekstrem
| Lima Besar Terbaik Jateng, Sendang Kamulyan Batang Buktikan PDAM Bisa Naik Kelas |
|
|---|
| Ziarah di Makam Syekh Abdurrahman Kajoran Batang, Antara Tradisi Lama dan Harapan Warga |
|
|---|
| Investasi Rp800 Miliar dari Amerika Latin Mendarat di Batang, Siap Kuasai Pasar Global |
|
|---|
| Nyawa di Ujung Rel, Aksi Cepat Polisi Batang Gagalkan Tragedi dalam Hitungan Detik |
|
|---|
| Pemkab Batang Siapkan Superblock Hotel dan Mal, Bidik Investor di Kawasan Industri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Evaluasi-Kinerja-Pj-Bupati-Batang.jpg)