Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Meski Gagal Ujian karena Dibegal, Satrio Diterima Jadi Polisi

Calon siswa bintara Polri itu tidak bisa mengikuti psikotes karena dibegal pada saat berangkat menuju lokasi ujian, Sabtu (11/5/2024). 

Elga Hikari Putra/Tribunjakarta.com
Satrio Mukti Raharjo (19), casis Bintara Polri yang berani duel dengan kawanan begal. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Satrio Mukti Raharjo (19) akhirnya berhasil menjadi anggota Polri

Padahal, calon siswa bintara Polri itu tidak bisa mengikuti psikotes karena dibegal pada saat berangkat menuju lokasi ujian, Sabtu (11/5/2024). 

Satrio berduel dengan para begal sampai jarinya hampir putus.

Baca juga: 3 Begal yang Bacok Casis Bintara Ditembak Polisi, 1 Tewas

Kondisi itu membuat dia tidak bisa melanjutkan ujiannya. 

Namun, nasibnya berbalik setelah kasusnya mendapat perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Satrio Mukti Raharjo (tengah), casis Bintara Polri yang menjadi korban begal saat kediamannya dikunjungi Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M.Syahduddi, Jumat (17/5/2024). 
Satrio Mukti Raharjo (tengah), casis Bintara Polri yang menjadi korban begal saat kediamannya dikunjungi Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M.Syahduddi, Jumat (17/5/2024).  (TribunJakarta)

Hadiah setelah musibah

Satrio mendapatkan pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, semangat Satrio menjadi pertimbangan bagi Polri untuk menerimanya.

"Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kami, Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).

Satrio mengaku tak pernah menyangka bisa berhasil menggapai mimpi sebagai anggota Polri.

Usai mendengar kabar itu, Satrio mengaku tak bisa berkata apa-apa.

Satrio justru awalnya pesimis karena jari kelingkingnya hampir putus akibat diserang tiga begal yang merampas motor dan ponselnya.

"Pikiran saya itu awalnya, 'Wah saya gagal, saya enggak bisa masuk karena luka di jari (hampir putus)'" tutur dia.

Satrio turut berterima kasih kepada keluarga, sahabat, serta masyarakat Indonesia yang mendukung kesembuhannya.

"Saya enggak expect-lah. Dan doakan saja semoga saya menjadi polisi yang amanah," tutur dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved