Uin saizu Purwokerto
Matangkan Penyusunan Renstra 2025-2029, UIN Saizu Benchmarking ke Jawa Timur
Matangkan Penyusunan Renstra 2025-2029, UIN Saizu Benchmarking ke Jawa Timur
Matangkan Penyusunan Renstra 2025-2029, UIN Saizu Benchmarking ke Jawa Timur
TRIBUNJATENG.COM - Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melakukan Benchmarking Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029. Kunjungan dilakukan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kunjungan dipimpin Wakil Rektor II, Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Saizu Purwokerto, Profesor Sulkhan Chakim. Turut serta dalam rombongan, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dan Tim Perencanaan.
Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Profesor Sulkhan Chakim menyebutkan, kunjungan ini bertujuan untuk benchmarking dan berbagi pengalaman dalam Penyusunan Renstra. Hal ini penting, guna mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam proses penyusunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, pihaknya berdiskusi mengenai Renstra kementerian harus mendasarkan pada Keputusan Presiden tentang RPJM Pemerintah yang akan diterbitkan Januari 2025, dengan target penyelesaian pada Juni 2025. Renstra Satker dapat dibuat setelah selesainya Renstra Kementerian Agama dan Pendis.
Sementara yang bisa dilaksanakan oleh satker hanya bisa menyusun rancang bangunnya. Dalam diskusi tersebut, muncul pertanyaan mengenai apakah visi dan misi PTKIN harus mengikuti arah kebijakan kementerian. Keselarasan Indikator Kinerja Utama (IKU) antara kementerian dan satker sudah cukup penting.
Tim Inti Penyusunan Renstra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Slamet memberikan tips dalam penyusunan Renstra. Menurutnya, penting untuk memahami bahwa perencanaan berbeda dengan perencanaan strategis. "Perencanaan ada di dalam perencanaan strategis, begitu pula manajemen strategis berbeda dengan manajemen," jelas Slamet.
Lebih lanjut, Slamet menjelaskan perencanaan strategis di perguruan tinggi harus menyesuaikan dengan penataan sumber daya dan sifat kompetitifnya, berbeda dengan kantor Kementerian Agama. "Perguruan tinggi lebih seperti korporasi yang harus kompetitif dan terus bisa mengimbangi persaingan di kancah global," ujarnya.
Dalam penyusunan Renstra, kondisi internal lembaga serta visi dan misi lembaga tersebut harus menjadi perhatian utama. "Perencanaan strategis adalah menata cara pencapaian dengan lompatan-lompatan ke depan," tegas Slamet.
Langkah-langkah dalam strategic planning mencakup evaluasi diri, memahami isu eksternal yang mempengaruhi pengembangan lembaga, dan memastikan bahwa Renstra menjadi panduan pengembangan dan pencapaian visi dan misi.
"Renstra bukan kitab suci sehingga bisa berubah, modifikasi atas respon dari luar. Yang terpenting tetap fokus pada pencapaian tujuan lembaga dan selalu lakukan proses identifikasi, analisis, serta akomodatif terhadap kepentingan kementerian (Pendis)," pesan Slamet tegas.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara kedua perguruan tinggi dalam mencapai visi dan misi masing-masing, serta meningkatkan kualitas penyusunan Renstra yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan lingkungan eksternal.
UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!
| Cek Kesiapan Akreditasi PGMI, FTIK UIN Saizu Perkuat Mutu dan Targetkan Hasil Maksimal |
|
|---|
| Resmi! UIN Saizu Perpanjang Waktu Pembayaran UKT hingga 20 April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| LPPM UIN Saizu Gelar Coaching Clinic, Dorong Dosen Tembus Hibah Nasional |
|
|---|
| UIN Saizu Gandeng UI GreenMetric, Perkuat Strategi Kampus Berkelanjutan |
|
|---|
| Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Jalani Asesmen Lapangan, Perkuat Mutu dan Integrasi Keilmuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Uin-saizu-1905-2045.jpg)