UIN SAIZU Purwokerto
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Jalani Asesmen Lapangan, Perkuat Mutu dan Integrasi Keilmuan
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu jalani asesmen BAN-PT untuk perkuat mutu dan integrasi keilmuan.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjalani proses asesmen lapangan sebagai bagian dari tahapan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi program studi dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus menegaskan integrasi keilmuan antara tasawuf dan psikoterapi.
Asesmen lapangan dilaksanakan selama 8–10 April 2026 dengan menghadirkan tim asesor, yakni Prof. Ahmad Subakir dan Dr. Tri Astutik Haryati.
Keduanya bertugas melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, kurikulum, hingga luaran pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, serta Dekan FUAH Dr. Hartono.
Dalam sambutannya, Dekan FUAH UIN Saizu Purwokerto, Dr. Hartono menyampaikan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi memiliki tantangan utama dalam mengintegrasikan keilmuan tasawuf dan psikologi.
Ia mengungkapkan bahwa ke depan prodi ini diarahkan pada penguatan konsep “psikosufistik” atau terapi sufistik.
“Kami berupaya mengintegrasikan konsep memori dalam psikologi dengan zikir dalam tradisi Islam. Zikir tidak hanya sebagai ucapan, tetapi harus mencapai pemahaman makna yang mendalam, sehingga dapat menjadi bentuk terapi untuk mencapai wellness atau kualitas hidup yang baik,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa konsep wellness menjadi salah satu keunggulan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, sebagai pendekatan integratif antara dimensi spiritual dan psikologis dalam meningkatkan kualitas hidup.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam mengukur kualitas tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, akreditasi menjadi indikator utama dalam membangun reputasi institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui asesmen ini, kita dapat melihat potret kualitas institusi dari perspektif eksternal. Ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa UIN Saizu telah meraih akreditasi perguruan tinggi (APT) unggul dan terus berupaya meningkatkan rekognisi internasional melalui berbagai pemeringkatan global, seperti QS World University Rankings dan QS Stars.
Lebih lanjut, Prof. Ridwan menekankan pentingnya penguatan paradigma keilmuan pada Prodi Tasawuf dan Psikoterapi agar memiliki kekhasan yang jelas.
“Tasawuf dan psikoterapi harus menjadi satu kesatuan paradigma keilmuan yang kuat, sehingga mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan dengan pendekatan yang komprehensif,” tambahnya.
Dalam sambutannya, tim asesor menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari tahapan yang harus dilalui dalam proses akreditasi.
| Jadwal Daftar Ulang SPAN-PTKIN 2026 UIN Saizu Dibuka, 1.564 Mahasiswa Wajib Unggah Berkas |
|
|---|
| Menuju Reputasi Global, UIN Saizu Purwokerto Perkuat Akademik dan Riset lewat Coaching Clinic |
|
|---|
| Ekoteologi dan Mandat Konstitusional Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Tiga Jurnal UIN Saizu Resmi Terakreditasi SINTA, Perkuat Kualitas Publikasi Ilmiah |
|
|---|
| UIN Saizu Matangkan Agenda Pengukuhan Empat Guru Besar, Ini Jadwal Lengkap hingga Gladi Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260408_ASS_SAIZU.jpg)