Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Perbaikan Ekonomi Dunia Dorong Kredit Ekspor Impor

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, perkembangan perekonomian global saat ini relatif tumbuh lebih baik dari perkiraan sebelumnya

Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah 
Ilustrasi ekspor 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, perkembangan perekonomian global saat ini relatif tumbuh lebih baik dari perkiraan sebelumnya, khususnya untuk perekonomian negara maju.

Menurut dia, hal tersebut juga turut berpengaruh terhadap kenaikan penyaluran kredit ekspor impor, mengingat situasi ekonomi global maupun domestik menjadi satu faktor penentu perkembangan bisnis perbankan tersebut.

“Amerika Serikat, salah satu tujuan utama ekspor beberapa komoditas manufaktur Indonesia seperti garmen, alas kaki, dan furniture, diperkirakan tumbuh lebih baik tahun ini.” ujarnya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Merujuk data OJK, kredit impor tercatat naik sebesar 19 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2024. Josua menyebut, pertumbuhan kredit itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi Indonesia juga peran Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Pada kuartal I/2024, ia berujar, beberapa sektor yang terkait dengan ekspor sudah mencatatkan pertumbuhan, setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada 2023.

Sektor itu adalah tekstil dan garmen, alas kaki, dan furniture, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,6 persen yoy, 5,9 persen yoy, dan 1,7 persen yoy pada kuartal I/2024.

“Hal ini mengindikasikan permintaan dari ketiga sub-sektor tersebut mulai pulih secara gradual. Hal ini tentu berpotensi meningkatkan permintaan terhadap kredit ekspor,” jelasnya.

Adapun, OJK mencatat penyaluran kredit bank umum untuk orientasi ekspor per Februari 2024 mencapai Rp 183,62 triliun atau naik dari Rp 180,64 triliun pada periode sama tahun lalu.

Sementara, kredit bank umum untuk orientasi impor per Februari 2024 mencapai Rp 100,71 triliun, tumbuh dari Rp 84,62 triliun pada periode sama tahun lalu. (Kontan/Aldehead Marinda)

Baca juga: Marinir Ungkap Kronologi Lettu Eko Tembak Kepalanya Sendiri Pakai Senapan

Baca juga: Harga Beras Rawan Naik Lagi di Musim Kemarau, Inilah Penyebabnya

Baca juga: Pilwakot Semarang 2024 : Dewi Susilo Budiharjo Ingin Ada Wifi Gratis di Tiap RT Kota Semarang

Baca juga: Mengintip Dapur Katering Jemaah Haji di Madinah, Bumbu dan Koki Semua dari Indonesia

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved