Senin, 15 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

India Dilanda Gelombang Panas, 33 Orang Tewas

Gelombang panas memakan korban di Negara Bagian Bihar, Uttar Pradesh, dan Odisha di India. Sedikitnya 33 orang meninggal.

Tayang:
rottadana via Kompas.com
Ilustrasi Gelombang Panas 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Gelombang panas memakan korban di Negara Bagian Bihar, Uttar Pradesh, dan Odisha di India, pada Kamis-Jumat (30-31/5/2024).

Sedikitnya 33 orang meninggal dunia akibat dugaan sengatan panas.

Beberapa di antaranya adalah para petugas pemilu yang sedang bertugas. 

Baca juga: Dilanda Gelombang Panas, Suhu di India Dekati 50 Derajat Celcius

Gelombang panas di wilayah tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga Sabtu (1/6/2024) ini.

India telah mengalami musim panas yang terik dan sebagian wilayah di ibu kota Delhi mencatat suhu tertinggi di India pada 52,9 derajat celsius pada pekan ini.

"Sementara suhu di bagian barat laut dan tengah India diperkirakan akan turun dalam beberapa hari mendatang, gelombang panas yang sedang berlangsung di bagian timur India kemungkinan akan terus berlanjut selama dua hari," kata Departemen Meteorologi India (IMD), dikutip dari Reuters.

IMD menjelaskan bahwa gelombang panas adalah situasi yang terjadi ketika suhu mencapai 4.5 C hingga 6.4 C lebih tinggi daripada suhu normal.

Di Negara bagian Bihar, dilaporkan ada 14 orang yang meninggal dunia karena serangan panas pada Kamis. Sebagian besar atau 10 orang dari mereka diketahui terlibat dalam pengorganisasian Pemilu India tujuh tahap yang saat ini sedang berlangsung.

Banyak petugas pemilu yang biasanya diharuskan untuk bertugas sepanjang hari, sering kali di luar ruangan.

Beberapa wilayah di Bihar memberikan suara pada putaran terakhir pemungutan suara pada Sabtu.

Sementara itu, di negara bagian Uttar Pradesh yang merupakan negara bagian terpadat di India, sedikitnya sembilan petugas pemilu, termasuk petugas keamanan, meninggal dunia pada Jumat.

“Mereka mengalami demam tinggi saat dibawa masuk. Bisa jadi karena sengatan panas juga. Kami saat ini merawat setidaknya 23 orang yang dibawa dari tugas pemilu,” kata seorang pejabat medis, RB Kamal.

Penyelenggaraan Pemilu India 2024, yang merupakan pemilu terbesar di dunia, telah dilanda rekor suhu tertinggi di musim panas.

Tahap terakhir pemungutan suara dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu ini dan suara akan dihitung pada Selasa (4/6/2024).

"Sepuluh kematian juga dilaporkan terjadi di rumah sakit pemerintah di wilayah Rourkela, Odisha pada Kamis," pihak berwenang mengatakan kepada Reuters.

Pemerintah Odisha telah menyarankan agar masyarakat tidak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat saat suhu mencapai puncaknya.

Sementara itu, tiga orang dilaporkan meninggal karena dugaan sengatan panas di negara bagian Jharkhand dan negara bagian tetangga Bihar.

Di New Delhi, di mana suhu tinggi telah menyebabkan burung-burung dan monyet-monyet liar pingsan atau jatuh sakit, kebun binatang kota ini mengandalkan kolam-kolam air dan alat penyiram air untuk menyejukkan 1.200 penghuninya.

“Kami telah beralih ke pola makan musim panas, yang mencakup diet yang lebih cair serta semua buah dan sayuran musiman yang mengandung lebih banyak air,” kata Sanjeet Kumar, direktur kebun binatang, kepada kantor berita ANI.

New Delhi, di mana suhu udara mencapai 45,4 derajat celsius pada Jumat sore, mencatat kematian pertama akibat cuaca panas minggu ini dan sedang menghadapi kekurangan air yang akut.

Miliaran orang di seluruh Asia telah bergulat dengan suhu yang melonjak, sebuah tren yang menurut para ilmuwan diperburuk oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia.

Negara tetangga India, Pakistan, juga mengalami lonjakan kebakaran hutan seiring dengan meningkatnya suhu, yang mencapai 52,2 derajat celsius pada minggu lalu.

India merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia, tetapi telah menetapkan target untuk menjadi penghasil emisi nol pada 2070.

Sementara panas memengaruhi beberapa negara bagian di India, negara bagian timur laut Manipur dan Assam telah dihantam oleh curah hujan yang tinggi setelah Topan Remal, dengan beberapa daerah yang tergenang air pada Jumat.

Hujan monsun juga melanda pesisir negara bagian Kerala yang terletak paling selatan negara ini pada Kamis, dua hari lebih awal dari yang diperkirakan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gelombang Panas di India Tewaskan 33 Orang, Termasuk Para Petugas Pemilu"

Baca juga: 20 Orang Tenggelam Akibat Kecelakaan Kapal di Afghanistan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
Live
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved