Ekonomi Bisnis
Ribuan Pekerja di Jateng Terdampak PHK, KSPI: Sektor Garmen, Meubel hingga Farmasi Bergejolak
Ribuan pekerja terdampak PHK pada 2023 hingga triwulan dua 2024. Bahkan total pekerja yang terkena PHK dan perselisihan PHK mencapai 5.956 orang.
Penulis: budi susanto | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan pekerja terdampak PHK pada 2023 hingga triwulan dua 2024.
Bahkan total pekerja yang terkena PHK dan perselisihan PHK mencapai 5.956 orang.
Catatan Disnakertrans Jateng, pada 2023 terdapat 8 penutupan perusahaan di Jateng. Dari total tersebut, 645 pekerja terdampak PHK.
Kemudian total perselisihan PHK pada tahun yang sama mencapai 476 kasus yeng berdampak pada 4.786 pekerja.
Tak hanya itu, Disnakertrans Jateng juga mencatat hal serupa pada triwulan III 2024.
Pada triwulan III 2024, 3 perusahaan di Jateng dinyatakan tutup dan berdampak pada 357 pekerja.
Sedangkan perselisihan PKH triwulan yang sama mencapai 59 kasus dengan dampak 172 pekerja.
Masifnya PHK di Jateng dibenarkan oleh Sekertaris KSPI Jateng Aulia Hakim.
Menurutnya, gejolak PHK terjadi di beberapa sektor perusahaan.
Selain perusahaan garmen, meubel dan farmasi juga tengah bergejolak.
"Hingga kini pendataan masih terus dilakukan oleh sejumlah federasi buruh terkait PHK di beberapa perusahaan di Jateng," paparnya, Minggu (9/6/2024).
Baca juga: Kondisi Ketenagakerjaan Tak Baik-baik Saja, Gelombang PHK Sektor Industri Indonesia Terus Bergulir
Baca juga: Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Ratusan Pekerja Kena PHK
Dipaparkannya, pendataan tentang PHK terbaru dilakukan di Kota Semarang.
Di Kota Semarang perusahaan meubel dan farmasi gulung tikar dan berdampak pada 550 pekerja.
"Ada dua perusahaan yang kolaps, selain PHK ada juga yang dipekerjakan tak full alias 50 persen," paparnya.
Dikatakannya perusahaan garmen, meubel hingga farmasi tergerus oleh kondisi.
Pedagang Sembako Pasar Bulu Semarang Curhat ke Mentan, Minta Penyaluran SPHP Tak Ribet |
![]() |
---|
Biaya Pendidikan Sebabkan Inflasi di Jateng pada Tahun Ajaran Baru |
![]() |
---|
Dampak Tarif 0 Persen Untuk Amerika, Pengusaha Siapkan Strategi Efisiensi |
![]() |
---|
Ratri Bintari Ekowati Raup Cuan dari Kain Perca yang Jadi Beragam Produk Bernilai Ekonomis |
![]() |
---|
Komut Pertamina Iwan Bule Apresiasi Penjualan Pertamax Green di Semarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.