Berita Batang
232 Kades di Batang Terima SK Perpanjangan, Ini Pesan Pj Bupati Lan
Sebanyak 232 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Batang resmi menerima perpanjangan masa jabatan.
Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Sebanyak 232 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Batang resmi menerima perpanjangan masa jabatan.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) ini dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (13/6/2024).
Dengan perpanjangan ini, masa jabatan para Kades yang sebelumnya enam tahun kini resmi menjadi delapan tahun⊃1;.
Kades yang mendapatkan perpanjangan terdiri dari Kades periode jabatan 2019-2025 berjumlah 198 orang, masa jabatan 2022-2028 sebanyak 32 Kades, dan masa jabatan 2023-2029 sebanyak 3 Kades.
"Perpanjangan masa jabatan kepala desa ini didasarkan pada perubahan Undang-Undang Desa yang baru disahkan pada tahun 2024, ini benar-benar anugerah yang tiada terhingga untuk kita semua, khususnya untuk para kepala desa yang mendapatkan tambahan amanah baru dari Allah SWT," tutur Lani.
Lani juga memberikan arahan khusus kepada para kades, satu diantaranya adalah mengatasi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.
Saat ini, masalah kemiskinan ekstrem dan stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Batang.
Ia meminta para kepala desa untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah ini.
"Upayakan untuk bisa ditangani, koordinasi dengan dinas di tingkat kabupaten, forkopimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, dan semua pihak yang ada di desa," tegasnya.
Lani juga menyebutkan bahwa Kabupaten Batang masih memiliki 0,39 persen warga yang masih miskin ekstrem.
"Saya titipkan kepada Bapak Ibu semua untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem ini, tahun 2024 Indonesia harus sudah Zero kemiskinan ekstrem," ujarnya.
Selain itu, Lani juga menyinggung tantangan yang akan dihadapi Kabupaten Batang ke depan, terutama dengan berkembangnya industri di wilayah tersebut.
"Kita harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kita agar bisa berkiprah di daerah sendiri di Batang. Manfaatkan potensi yang ada di desa untuk sebesar-besarnya manfaat kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas di tingkat kabupaten, forkopimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, dan pihak terkait lainnya dalam melaksanakan program-program pemerintah.
"Kalau kita keroyok bareng-bareng, program pemerintah akan lebih mudah tercapai, terutama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan oleh Presiden selesai di tahun 2024," imbuhnya.
Lani Dwi Rejeki juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam setiap program yang dijalankan di desa.
"Keberhasilan pembangunan di desa ditentukan oleh faktor kepemimpinan dari para kepala desa. Kinerja Bapak Ibu sebagai kepala desa harus menunjukkan bahwa Bapak Ibu adalah Abdi Negara dan Abdi Masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan para kepala desa untuk selalu melibatkan masyarakat dalam setiap perencanaan program dan kegiatan.
"Ajak masyarakat berembuk, minta saran dan masukan dari para tokoh desa, serta libatkan RT sebagai kepanjangan tangan dari kepala desa," pungkasnya.(din)
Baca juga: Petani di Blora Gagal Panen, Kepala DP4 Tawarkan Asuransi Pertanian sebagai Solusi
Baca juga: Inilah Sosok Ikhwan Ubaidillah, Ketua Umum Lindu Aji Meninggal Dunia, Dikenal Berjiwa Sosial Tinggi
Baca juga: Miris 5 Polisi dan 1 Polwan Positif Sabu, Ditangkap Saat Hendak Pesta Narkoba di Hotel
Baca juga: 7 Bakal Calon Sudah Kembalikan Berkas ke PKB Kota Semarang
| Kelengkeng Batang Siap Tembus Minimarket, BRIN dan Undip Cari Solusi Kulit Buah Tak Cepat Menghitam |
|
|---|
| Proyek 7.000 Lampu Jalan, DPRD Minta Pemkab Batang Dahulukan Jalan Desa |
|
|---|
| Guru Batang Naik Kelas Digital, AI Dipakai Pangkas Administrasi hingga Bikin Murid Betah Belajar |
|
|---|
| Bupati Batang Ingatkan Ancaman AI, Pelajar Diminta Bersiap Hadapi Persaingan Masa Depan |
|
|---|
| Bupati Faiz Ubah Pola Pelayanan, MPP Batang Jadi Solusi Cepat Urus Administrasi |
|
|---|