Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Sosok Paulus Murdiono, Maestro Topeng Lengger dari Desa Wisata Giyanti Wonosobo

Sudah puluhan tahun Paulus Murdiono menekuni kerajinan topeng lengger. Tangan dinginnya mampu mengolah kayu pule yang semula tak berbentuk

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rifqi Gozali
Paulus Murdiono menujukkan topeng lengger buatannya. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO – Sudah puluhan tahun Paulus Murdiono menekuni kerajinan topeng lengger.

Tangan dinginnya mampu mengolah kayu pule yang semula tak berbentuk bisa menjadi topeng bermacam karakter.

 

Keahlian Murdiono dalam membuat topeng lengger berangkat dari kecintaannya dengan kesenian sejak kecil. Utamanya kesenian tari topeng lengger. Tari yang dipercaya berasal dari kampung halamannya Dukuh Giyanti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

 

Topeng dalam pementasan tari lengger bisa dikatakan entitas mutlak yang harus ada. Dalam pementasan lengger, ada dua penari yang saling beradu. Satu penari laki-laki yang mengenakan topeng. Sedangkan satunya lagi penari perempuan yang mengenakan rompi, selendang, dan rompi.

 

Kelihaian Murdiono dalam membuat topeng bisa dikatakan secara autodidak. Dalam ingatannya, dia sudah mulai belajar membuat topeng lengger sejak berusia 12 tahun. Tentu saat itu hasil topeng buatannya belum sebagus dan serapi sekarang. Namun berangkat dari situ akhirnya dia senantiasa mengasah kelihaian dalam memahat kayu pule hingga akhirnya bisa berwujud topeng.

 

Dalam membuat topeng Murdiono biasa melakukannya di teras rumahnya yang sempit. Butuh waktu tiga hari untuk mengolah kayu pule sampai menjadi topeng. Mula-mula kayu dipotong sesuai ukuran wajah. Setelahnya dia menggaris kayu sesuai dengan bentuk topeng yang akan dibuat. Setelahnya dia memahat sesuai dengan garis hingga akhirnya proses berlanjut sampai menghaluskan kayu menggunakan ampelas dan terakhir pewarnaan topeng dan memberikan atribut semacam rambut pada kepala topeng dan kumis.

 

Untuk topeng lengger ini memiliki karakter corak yang sangat mencolok. Umumnya topeng lengger ini memiliki mata melotot. Kemudian pemilihan warnanya juga sangat kontras. Karakter ini bisa dikatakan sangat serasi saat ditampilkan dalam pentas tari topeng lengger dengan gerakan yang cekatan nan taktis.

 

“Untuk karakter topeng lengger di Wonosobo ini ada 100 jenis, bahkan mungkin bisa lebih. Tapi kalau yang sering dipakai itu antara 20 sampai 25 karakter,” kata Murdiono.

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved