Berita Wonosobo
Sosok Paulus Murdiono, Maestro Topeng Lengger dari Desa Wisata Giyanti Wonosobo
Sudah puluhan tahun Paulus Murdiono menekuni kerajinan topeng lengger. Tangan dinginnya mampu mengolah kayu pule yang semula tak berbentuk
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
Di antara karakter yang acap kali dipakai dalam pementasan tari topeng lengger yaitu karakter jangkrik genggong atau kebo giro.
Di balik ketekunannya dalam menggeluti kerajinan topeng lengger kini Murdiono telah dikenal berbagai kalangan di Wonosobo. Bahkan, topeng buatannya tidak jarang dipesan oleh pegiat seni dari luar daerah.
“Kalau pesanan topeng dari Wonosobo sendiri, tapi ada juga dari Kalimantan, bahkan dari Bali pernah pesan ke sini,” katanya.
Untuk harga topeng buatan Murdiono berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu. Harga ini disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatannya.
Kini keahlian sebagai pembuat topeng Murdiono semakin kuat karena ditopang adanya atribusi kampung halamannya sebagai desa wisata. Apalagi salah satu unggulan dalam desa wisata tersebut yaitu pementasan tari topeng lengger. Tak jarang saat ada tamu yang berkunjung ke Dukuh Giyanti sekaligus mampir ke kediaman Murdiono untuk menyaksikan pembuatan topeng.
| BREAKING NEWS Angin Kencang Terjang Wonosobo, 3 Rumah dan Masjid Rusak |
|
|---|
| BUMD Wonosobo Borong Penghargaan di Top BUMD Awards 2026, Bupati Raih Pembina Terbaik |
|
|---|
| Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Terus Berjalan, Target Rampung Juni 2026 |
|
|---|
| Imbuh Ditemukan Tewas usai Terseret Longsor di Wonosobo, Kondisi Tubuh Tak Lagi Utuh |
|
|---|
| Pemkab Wonosobo Dorong Program HDDAP untuk Perbaiki Pertanian Lahan Kering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aulus-Murdiono-menujukkan-topeng-lengger-buatannya.jpg)