Berita Banyumas
Update Kondisi Gunung Slamet yang Tegak di 5 Kabupaten di Jateng, Zona Larangan Diperluas 3 Km
Update kondisi terkini Gunung Slamet yang terletak di lima kabupaten yaitu Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga
TIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Update kondisi terkini Gunung Slamet yang terletak di lima kabupaten yaitu Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga.
Sampai dengan saat ini Gunung Slamet, masih berada pada status waspada level 2.
Zona larangan atau radius aman dari Gunung diperluas sejauh 3 kilometer.
Hal tersebut untuk menghindari potensi bahaya dari Gunung Slamet berupa erupsi freatik dan magmatik.
Lontaran material pijar yang bisa berdampak di daerah sekitar puncak dalam radius 3 kilometer.
Baca juga: Warga Diminta Waspada dan Jangan Panik Terkait Peningkatan Aktifitas Harian Gunung Slamet
Pengamat Gunung Api Slamet Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Rusdi mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Slamet saat ini cenderung stabil namun tetap berpotensi meletus.
"Status waspada ini sudah berlaku sejak 19 Oktober 2023. Peningkatan aktivitas kegempaan tercatat pada 10 Mei 2024, diikuti oleh peningkatan tremor pada 16 Mei, sehingga radius aman diperluas 3 Km," ujarnya, Jumat (14/6).
Meski aktivitas Gunung Slamet masih dalam tren yang sama sejak 16 Mei 2024, dari pantauan sampai saat ini tidak ada penurunan atau peningkatan signifikan yang terdeteksi.
Hal ini mengingatkan pada peristiwa sebelumnya, yaitu terjadi erupsi pada 2009 dan 2014.
"Kalau perbandingannya kita harus lihat action kejadian dulu. Action di 2014 itu jelas, maksudnya jelas itu diakhiri dengan erupsi. Kemudian masa krisisnya itu juga agak lama, dari Maret sampai September dan ada letusan terus. Kemudian ada fase di 2019, Jadi di 2009 letusan, 2014 letusan, 2019 itu kenaikan aktivitas, tetapi tidak diakhiri letusan," terangnya.
Lalu, sejak akhir 2023 masih berstatus waspada sampai Juni 2024 saat ini, dan potensi letusan diingatkan tetap ada.
"2024 ini, sebenarnya level waspada dimulai dari akhir 2023 kemarin, itu memang terjadi peningkatan aktivitas. Tetapi kalau dilihat dengan tren seperti ini memungkinkan action-nya meletus tetap sama, potensinya tetap ada," katanya.
Baca juga: Dokter Temukan Jari Manusia di Es Krim Cone, Hampir Termakan, Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
Pendakian masih ditutup
Pendakian ke Gunung Slamet pun telah ditutup sejak 13 September 2023 dampak insiden kebakaran yang terjadi di Bromo. Pendakian sempat dibuka oleh Basecamp lingkar Slamet pada H+2 Lebaran Idul Fitri.
Namun kembali ditutup pada 13 Mei 2024 setelah dilakukan konsultasi dengan pihak berwenang menyusul kenaikan aktivitas kegempaan.
Masyarakat di sekitar Gunung Slamet juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Sebagai upaya mengantisipasi potensi ancaman bencana Gunung Slamet, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas melakukan rapat koordinasi. Rapat tersebut digelar, dalam rangka menyamakan persepsi mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman bencana Gunung Slamet.
"Sesuai wawasan yang kita pahami, status gunung api itu dari normal, waspada, siaga, dan awas. Sementara tipikal gunung itu sulit ditebak. Seperti di Gunung Marapi di Bukittinggi itu, masih status waspada, tetapi ada imbas korban juga," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur evakuasi dan rambu-rambu yang akan dilewati, baik ke tempat evakuasi sementara dan evakuasi akhir.
Untuk kecamatan yang rawan terdampak potensi Bencana Gunung Slamet, yaitu Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng, Karanglewas Cilongok, Ajibarang, dan Pekuncen.
Sementara daerah pemukiman warga yang terdekat dari Puncak Gunung Slamet di Banyumas terletak di Grumbul watu jaran Desa Gandatapa dan Grumbul blembengan Desa Sikapat Kecamatan Sumbang dengan jarak kurang lebih 9,4 Km. Lalu Grumbul Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden dengan jarak dari puncak kurang lebih 8,55 Km. (jti)
Cuaca Masih Labil, Warga Banyumas Diminta Waspada Hujan Sedang-Lebat hingga Akhir Agustus |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Profesor, Unsoed Telah Rekomendasikan Sanksi ke Kemdiktisaintek |
![]() |
---|
Sudah Dibuka Sejak Sabtu, Segini Tarif Parkir Resmi di Kolam Retensi Purwokerto |
![]() |
---|
Api Lahap 3 Rumah dan 3 Kendaraan di Candinegara Banyumas, Korsleting Diduga Jadi Penyebab Kebakaran |
![]() |
---|
Ramai Dugaan Pungutan Laptop di SMPN 1 Gumelar Banyumas, Dindik dan Kepsek Angkat Bicara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.