Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Itu Kratom? Tanaman yang Budidayanya Dibahas Presiden Jokowi di Rapat Terbatas

Apa Itu Kratom? Tanaman yang Budidayanya Dibahas Presiden Jokowi di Rapat Terbatas

Tayang:
Penulis: non | Editor: galih permadi
BNN Sumsel
Apa Itu Kratom? Tanaman yang Budidayanya Dibahas Presiden Jokowi di Rapat Terbatas 

TRIBUNJATENG.COM - Apa Itu Kratom? Tanaman yang Budidayanya Dibahas Presiden Jokowi di Rapat Terbatas

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka tentang potensi budidaya kratom di Indonesia.

Melansir laman presidenri.go.id, rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju pada Kamis (20/6/2024).

Rapat tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan nilai ekonomis dan kualitas produksi tanaman yang tengah mengalami penurunan harga yang cukup drastis tersebut.

Apa Itu Kratom?

Daun kratom secara tradisional digunakan sebagai tanaman obat di Kalimantan dan daratan Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Manfaat daun kratom yang merupakan tanaman sejenis kopi ini sangat populer di Amerika Serikat.

Pasalnya kratom dipercaya dapat membantu mengurangi rasa sakit, membuat rileks dan membantu pecandu opium untuk berhenti.

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth) mengandung senyawa-senyawa aktif.

Senyawa tersebut dapat memengaruhi tubuh, terutama alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine.

Kendati ada klaim tentang manfaat kesehatan dan kebugaran yang terkait dengan penggunaan daun kratom.

Namun mengutip dari jurnal Nature 2020, berdasarkan kimia dan uji laboratorium,

menunjukkan kratom efektif dalam mengatasi rasa sakit karena senyawa alkaloidnya berinteraksi dengan reseptor µ-opioid.

Hal itu menunjukkan potensi penggunaan mitragynine dan senyawa terkait sebagai alternatif pengobatan nyeri yang kurang berisiko kecanduan dibandingkan opiat tradisional.

Hasil penelitian juga mengungkap variasi besar dalam komposisi alkaloid dalam produk kratom yang serupa secara genetik.

Sehingga individu yang menggunakan kratom mungkin dapat mengalami efek yang sangat berbeda, tergantung pada produk yang mereka gunakan.

Oleh karena itu, masuk akal untuk memperkirakan, individu yang mengonsumsi teh kratom sendiri untuk mengobati rasa sakit,

kecanduan, atau depresi mungkin mendapatkan hasil yang sangat berbeda.

Hal itu tergantung pada profil alkaloid produk yang mereka gunakan.

Perbedaan aktivitas tersebut akan sulit diprediksi oleh konsumen, mengingat variabilitas kandungan alkaloid sama sekali tidak tercermin dalam label produk.

Selain itu, peneliti juga memiliki kekhawatiran tentang potensi interaksi obat saat kratom dikonsumsi bersamaan dengan obat lain yang diproses oleh enzim sitokrom P450.

Sehingga penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas penggunaan, serta manfaat daun kratom.

Penting juga untuk mempertimbangkan perbedaan dalam aktivitas antara ekstrak M. speciosa dan senyawa tunggal

serta variasi dalam komposisi alkaloid antara produk daun kratom yang berbeda.

Di balik berbagai manfaat yang ditawarkan oleh daun kratom, terdapat potensi risiko bagi kesehatan dan munculnya efek samping jika penggunaannya tidak tepat.

Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 263 keluhan terkait efek samping negatif dari penggunaan kratom.

Efek samping tersebut termasuk gelisah, halusinasi, insomnia, sembelit, gangguan hati,

penurunan nafsu makan, penurunan berat badan drastis, hiperpigmentasi, dan bahkan kasus kematian.

CDC juga mencatat, sebanyak 91 kematian di Amerika Serikat dari Juli 2016 hingga Desember 2017 terkait dengan overdosis teh kratom.

Kratom adalah satu-satunya zat yang terdeteksi dalam uji toksikologi, meskipun CDC tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan adanya zat lain yang berperan.

Menurut Drug Enforcement Administration (DEA), penggunaan daun kratom dapat mengakibatkan adiksi atau ketergantungan.

Efek samping daun kratom yang muncul pada manusia relatif bervariasi, tergantung pada dosis yang dikonsumsi.

Pengguna yang baru terbiasa dengan kratom hanya memerlukan beberapa helai daun setiap hari.

Sementara pengguna berat mungkin harus mengonsumsi 3–10 kali sehari, bahkan dalam kasus tertentu bisa mencapai 30 daun atau lebih per hari.

Dalam dosis rendah, manfaat daun kratom juga dapat berperan sebagai stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi, energi, dan kewaspadaan.

Pada dosis tinggi, daun kratom menghasilkan efek yang mirip dengan narkotika seperti morfin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved