Berita Jepara
10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah
Sepakbola api yang dimainkan warga Desa Kawak sudah berlangsung 11 tahun sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - 11 tahun sudah masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara menjaga, merawat dan melestarikan sebuah tradisi unik dalam bentuk sepakbola api.
Yaitu jenis olahraga dimainkan dua tim yang saling berhadapan, masing-masing tim terdiri dari lima pemain.
Sepakbola yang diperagakan para pemuda Desa Kawak berbeda dengan sepakbola pada umumnya.
Kali ini bola yang digunakan adalah jenis bola api terbuat dari batok kelapa tua yang sudah kering dan sudah direndam minyak tanah, selanjutnya disulut dengan api.
Sepakbola api yang dimainkan warga Desa Kawak sudah berlangsung 11 tahun sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu.
Baca juga: Menempa Kesabaran di Lembaran Kayu, Danisa Buktikan Gadis Remaja Juga Lihai Memahat di Jepara
Menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Sedekah Bumi Desa Kawak yang digelar setiap tahun pada bulan apit atau Dzulqo'dah.
Sepakbola api yang dimainkan 10 pemuda Desa Kawak bukan sembarang olahraga. Melainkan sebuah tradisi budaya sarat akan makna yang diuri-uri untuk menjaga kerukunan remaja dan pemuda antar dukuh di Desa Kawak.
Bola api yang digunakan sebagai simbol hawa nafsu dan amarah. Konon pemuda Desa Kawak pada masa dahulu sering kali terlibat bentrok dan percekcokan lantaran hawa nafsu antar pemuda dukuh gampang tersulut emosi. Pertikaian pun sering kali tak terhindarkan membuat kegaduhan di lingkungan masyarakat.
Kondisi tersebut lantas disiasati dengan lahirnya sepakbola dengan menggunakan bola api.
Di mana bola api tersebut direpresentasikan sebagai simbol hawa nafsu yang ditendang. Dengan maksud agar perasaan emosional para remaja dan pemuda di Desa Kawak disalurkan dalam sebuah permainan sepakbola api.
Pada 2026 ini, tradisi sepakbola api Desa Kawak digelar di halaman balai desa tepatnya di Dukuh Krajan, Selasa (21/4/2026) malam.
Sebanyak 10 pemuda memainkan bola api dipandu seorang wasit pertandingan. Masing-masing tim terdiri dari lima pemain yang saling berhadapan untuk mencetak gol selama 25 menit jalannya pertandingan.
Meski terkesan sederhana, tradisi sepakbola api menjadi magnet ribuan warga Kawak datang menyaksikan langsung.
Sorak-sorai terdengar begitu peluit pertandingan dimulai, hingga selesai.
| Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Kepulauan Karimunjawa Jepara |
|
|---|
| Misteri Mobil Terbakar Malah Ditinggal Pemiliknya di Jepara, Diduga Dipakai untuk Ngangsu BBM |
|
|---|
| 263,7 Kilogram Sampah Dikumpulkan di Pesisir Pantai Jepara |
|
|---|
| Kasatreskrim Polres Jepara Resmi Berganti, Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Jadi Perhatian |
|
|---|
| Gekrafs Jepara Jadi Ujung Tombak Baru, Siap Bawa Wisata Kota Ukir Mendunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260422_jepara_sepak-bola-api.jpg)