Berita Kudus
"Hampir Tiap Hari Ada Serangan Siber" Tangkal Peretas Pemkab Kudus Terjunkan Tim SOC dan CSIRT
Diskominfo Kudus menerjunkan tim Security Operations Center (SOC) dan Cyber Security Incident Renponse Team (CSIRT) guna mencegah serang siber
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Maraknya serangan siber oleh para peretas akhir-akhir ini menjadi perhatian pemerintah untuk mengamankan data-data penting berbasis aplikasi layanan dan portal website pemerintah.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus menerjunkan tim Security Operations Center (SOC) dan Cyber Security Incident Renponse Team (CSIRT) guna mencegah serang siber.
Kepala Diskominfo Kudus, Dwi Yusi Sasepti mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kudus aman dari peretas karena sudah diberikan proteksi berlapis.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus membentuk tim Security Operations Center (SOC) yang berfungsi untuk memantau seluruh situs yang dimiliki oleh Pemkab Kudus. Hasil pantauan tim SOC bulan ini, terdapat 2 juta lebih serangan siber.
Selain itu, Pemkab Kudus juga menerjunkan CSIRT, tim yang menyediakan layanan dan dukungan kepada organisasi untuk mencegah, mengelola dan menanggapi insiden keamanan informasi.
Baca juga: BSN & Cyber Crime Polri Telusuri Brain Cipher Ransomware Pelaku Serangan Siber PDN
Baca juga: Diskominfo Kudus Waspadai Serangan Situs Judi Online, Lakukan Antisipasi
Tim ini dibentuk dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi.
Juga mengendalikan dampak seminimal mungkin, memulihkan layanan terdampak, serta dapat mencegah insiden yang mungkin saja terjadi selanjutnya.
"Tim SOC kami terus memantau seluruh website dengan domain kuduskab.go.id. Hampir tiap hari ada serangan siber yang kami deteksi. Kami berusaha maksimal agar website dan aplikasi layanan milik Pemerintah Kabupaten Kudus yang dikelola oleh OPD di lingkungan Pemkab Kudus tidak diserang peretas. Terutama iklan judi online," terangnya melalui keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, Kamis (27/6/2024).
Yusi menyebut, serangan yang dilakukan kebanyakan memasang iklan judi online di website pemerintah. Pola serangan yang dilakukan pun selalu berbeda.
Meski demikian, Yusi menegaskan, tim SOC selalu berusaha mengupdate kemampuan untuk melawan serangan-serangan siber.
"Serangannya punya formula yang berbeda setiap harinya. Kami pun terus menyesuaikan biar bisa menangkis aksi jahat siber," tuturnya
Selain SOC, lanjut Yusi, Kabupaten Kudus juga mengoptimalkan CSIRT yang bertugas untuk mencegah, mengelola dan menanggapi insiden serangan siber.
Situs CSIRT bisa diakses siapapun, masyarakat bisa melaporkan langsung situs pemerintah yang diretas. Laporan akan ditindaklanjuti selama 1x24 jam.
"Tahun ini ada 8 serangan siber yang dapat ditangani CSIRT dengan baik. Tak hanya mencegah, kami juga menyiapkan layanan pelaporan adanya serangan siber yang bisa diakses umum. Ada nomor Whatsapp-nya juga untuk memudahkan masyarakat," jelas dia
CSIRT Kabupaten Kudus telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), agar pemantauan situs pemerintah semakin maksimal.
| Polisi Terjunkan Anjing Pelacak K9 Buru Pencuri Motor di Dawe Kudus |
|
|---|
| Bupati Samani Pastikan Tidak Ada Pemutusan Kontrak PPPK di Kudus |
|
|---|
| Bupati Samani Minta PPPK di Kudus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik |
|
|---|
| Terbitkan Aturan, ASN di Kudus Diimbau Pakai Sepeda ke Tempat Kerja |
|
|---|
| Sam’ani Sowan Kiai, Minta Dukungan Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gawat-21-juta-rekening-di-tiongkok-dijebol-hacker_20160205_161326.jpg)