Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

3 Hari Dikabarkan Hanyut Mancing di Serayu, Basrun Muji Warga Wonosobo Ditemukan di Kebun

Basrun (59) warga Sukoharjo, Wonosobo sempat dikabarkan tewas hanyut di Sungai Serayu...ditemukan di kebun milik warga Prigi Banjarneg.. sopir angkot

|
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Netizen
3 Hari Dikabarkan Hanyut Mancing di Serayu, Basrun Muji Warga Wonosobo Ditemukan di Kebun 

3 Hari Dikabarkan Hanyut Mancing di Serayu, Basrun Warga Wonosobo Ditemukan di Kebun

TRIBUNJATENG.COM- Basrun (59) warga Desa Sukoharjo, Wonosobo sempat dikabarkan tewas hanyut di Sungai Serayu.

Basrun pergi memancing pada Rabu (26/6/2024) sore.

Namun hingga pagi hari, Basrun Muji yang bekerja sebagai sopir angkot itu tak kunjung pulang.

Setelah dilakukan pencarian selama 3 hari, mayat Basrun justru ditemukan di kebun milik warga Prigi.

Hal itu diceritakan oleh Kabul Pradoyo, Kepala Desa Sukoharjo.

"Rabu jam 5 sore, Pak Basrun pamitan dengan keluarga mau njala di kawasan pombensin Prigi Sigaluh.

Mulai dari situ, jam 17.30 WIB berangkat.

Biasanya Pak Basrun ini pulang jam 12 atau 1 malam," tutur Kabul Pradoyo mengawali kronologi kejadian.

Namun hingga pagi, Basrun tak kunjung pulang.

Dengan bantuan pemdes setempat, pencarian Basrun mulai dilakukan ke rumah saudara-saudaranya pada Kamis (27/6/2024).

Namun hasilnya nihil.

"Karena Rabu malam itu terjadi hujan lebat, kami menduga korban ini hanyut. Sungai kan banjir," lanjut Kabul Pradoyo.

Pencarian lantas dilanjutkan oleh Basarnas Wonosobo, Basarnas Banjarnegara dan Timsar pada Jumat (28/6/2024) dengan menyusuri Sungai Serayu.

"Pencarian hari ke-2 juga nihil. Basarnas berencana akan melanjutkan pencarian pada besoknya, Sabtu,"

Pada Sabtu pagi, mayat Basrun justru ditemukan di kebun tak jauh dari tempatnya menjala.

Pemilik kebun mencium bau menyengat di kebunnya.

"Sabtu pagi ini jam 6 ada laporan Pak Basrun ditemukan di sebelah utara pabrik kayu Kartika Sari. Kami cek ke lokasi, dan ternyata benar....

Pemilik kebun kebetulan 3 hari tidak ke kebun," lanjut Kabul Pradoyo.

Dari pemeriksaan kasat mata, Basrun tidak tenggelam.

"Dugaannya kelelahan menjala, lalu menepi. Beliau ini ada riwayat darah tinggi. Pak Basrun Muji ini kan sopir angkot jurusan Banjarnegara juga. Pulang jam 4 sore, malamnya sering menjala," tambahnya.

Tidak ditemukan luka bekas hanyut ataupun luka mencurigakan lainnya.

"Karena tidak ada luka benda tajam ataupun tumpul, dan keluarga meyakini meninggal karena penyakit, jadi mereka menolak untuk autopsi.


(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved