Berita Semarang
Anak Muda Wonolopo Mijen Semarang Rawat Sumber Mata Air Lewat Kegiatan Budaya
Sekelompok anak muda di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang berupaya merawat sendang di kampungnya melalui kegiatan budaya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekelompok anak muda di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang berupaya merawat sendang di kampungnya melalui kegiatan budaya.
Sendang itu biasa disebut sebagai Sendang Belik yang berada di RT 3 RW 7 Kampung Tematik Ranting Pelangi, Wonolopo, Mijen.
Kegiatan budaya yang dilakukan para anak muda tersebut berupa kegiatan tarian, festival hingga diskusi.
Ketua Panitia Resik-resik Sendang Belik Wonolopo, Mijen, Muhamad Subkhan (19) mengatakan, mengemas beragam kegiatan budaya yang bermuara untuk menggugah kesadaran anak muda supaya menjaga sumber mata air di tingkat lokal, selama dua hari dari Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2024.
Kegiatan diawali dengan resik-resik atau membersihkan sendang yang disusul kegiatan menangkap lele di sekitar Sendang. Setelah itu, ada acara diskusi bertema Merawat Lokalitas Kampung Kota.
Pada hari berikutnya, adapula kegiatan festival yang diisi dengan kirab Sendang Belik, tarian Emprit khas Wonolopo dan kesenian lainnya.
"Kami sudah melakukan tradisi ini selama tiga tahun terakhir. Tujuannya supaya generasi muda mau merawat Sendang Belik baik membersihkannya dengan rutin sama tidak buang sampah sembarangan," paparnya, Sabtu (6/7/2024).
Ketua Kampung Tematik Ranting Pelangi, Wonolopo, Mijen, Mulyono (51) menuturkan, Sendang Belik di kampungnya perlu dirawat jangan sampai sumber mata air ini hilang atau mati.
Sebab, sumber mata air itu sangat penting karena tidak pernah kering meskipun kemarau panjang.
Oleh karena itu, warga banyak memanfaatkan ketika musim paceklik, seperti kemarau panjang pada tahun 2023.
"Tak hanya warga kampung sini tapi kampung sebelah juga ikut ambil air sendang ketika kekeringan," tuturnya.
Tak hanya masa kemarau, Sendang Belik Wonolopo masih aktif digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Terutama ketika akhir pekan yang mana banyak warga mencuci baju di Sendang tersebut.
"Kami masih merawatnya lewat tradisi atau budaya terutama ketika menjelang 1 Suro atau tahun baru Jawa dengan melakukan kegiatan resik-resik," ungkapnya.
Merujuk hasil penelitian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES), berjudul Kajian Potensi Mata Air dan Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Sumber Daya Air di Kota Semarang (2021) mencatat, terdapat 139 sendang yang teridentifikasi di Kota Semarang.
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| KAI Daop 4 Semarang Intensifkan Pemeriksaan Jalur Semarang–Cepu, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|