Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

2 Pasien Baru Akses Program Pengobatan Kaki Pengkor Gratis di Kudus

Mentari Clubfoot bekerjasama dengan Rumah Sakit Aisyiyah Kudus menerima dua pasien baru kaki pengkor pada tahun ini

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
istimewa
Ilustrasi kaki anak pasien yang mengalami kaki pengkor dipakaikan sepatu khusus sebagai terapi penyembuhan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Mentari Clubfoot bekerjasama dengan Rumah Sakit Aisyiyah Kudus menerima dua pasien baru kaki pengkor pada tahun ini. Tercatat sudah ada 12 pasien kaki pengkor yang mengakses program pengobatan gratis sejak dilaunching pada 2023 lalu. 

Manajer Pelayanan Medis sekaligus PIC Mentari Clubfoot di RS Aisyiyah Kudus, Fauzi Achwan mengatakan, tahun 2023 lalu terdapat 10 pasien kaki pengkor yang sudah menjalani pengobatan secara bertahap. 

Tahun ini bertambah dua pasien baru dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak yang mengakses program pengobatan gratis khusus pasien kategori anak-anak yang mengalami kaki pengkor.

Pihaknya membuka peluang bagi siapa saja yang berkenan mengakses program tersebut secara gratis. Khususnya di wilayah eks Karesidenan Pati bisa menghubungi layanan di RS Aisyiyah Kudus sebagai rumah sakit mitra Mentari Clubfoot.

"Terhitung sejak dibuka pada 2023 lalu, di wilayah Kudus dan sekitarnya sudah ada 12 pasien yang kami tangani usia 1-1,3 tahun. Kebanyakan dari Kudus, ada juga dari Jepara, Purwodadi, dan Demak," terangnya, Kamis (1/8/2024).

Fauzi Achwan menjelaskan, Mentari Clubfoot terus melakukan sosialisasi secara masif di lingkungan masyarakat agar program sosial ini didengar dan diketahui masyarakat luas. 

Program sosial ini dirancang untuk sebuah tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Menyasar pasien dengan kondisi kaki pengkor agar mendapatkan penanganan berkesinambungan, mulai dari usia 0-4 tahun. 

Masyarakat diimbau agar tidak ragu mengakses program tersebut segera mungkin. Supaya penanganan pasien kaki pengkor dapat tertangani lebih maksimal hingga sembuh. 

Sosialisasi program juga sudah dilakukan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bidan desa, tokoh masyarakat, hingga lembaga sosial masyarakat, supaya program sosial ini lebih dekat dan bisa diakses masyarakat lebih mudah. 

"Kami juga bekerjasama dengan Lazismu terkait layanan ambulance gratis ke rumah sakit mitra. Ditujukan bagi pasien yang membutuhkan layanan transportasi, nantinya akan diantar dan dijemput gratis," tuturnya.

Dalam penanganan pasien kaki pengkor, lanjut dia, menggunakan metode ponseti.
Pertama, pemasangan gips atau casting dilakukan setiap Minggu selama 4-8 Minggu.  

Kedua, operasi reparasi tendon (tenotomy). Yaitu upaya pemotongan sederhana pada tendon Achilles di bagian tumit di rumah sakit, membantu kaki bergerak naik dan turun sebelum dilakukan pemasangan sepatu khusus (brace). Tahapan ini bisa dilakukan manakala dibutuhkan saja, tergantung pada kondisi kaki pasien yang mengalami pengkor. 

Ketiga, yaitu pemasangan sepatu khusus pada pasien kaki pengkor. Bertujuan untuk menjaga posisi kaki agar dalam keadaan benar. Mentari Clubfoot menyiapkan sepatu khusus gratis yang dipinjamkan kurang lebih selama 4-5 tahun pemakaian. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya kaki pasien. 

"Dalam pengobatan kaki pengkor ini harus dilakukan bertahap. Semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin cepat pula potensi sembuhnya. Biasanya anak-anak bisa dilihat ketika baru lahir, segera langsung laporkan agar bisa segera ditangani," ujar dia. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved