Berita Kendal
Petaka Cinta Buta di Kendal : Antara Mantan Pacar dan Gangguan Jiwa berakhir Duka Lara
Kabar duka yang menimpa seorang gadis di Kendal yang menjadi korban kekerasan hingga menyebabkan kematian secara tragis membuat prihatin kita semua.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Kabar duka yang menimpa gadis di Kendal yang menjadi korban kekerasan hingga menyebabkan kematian secara tragis membuat prihatin kita semua.
Korban Baladiva Nisrina Maheswari ditemukan berlumuran darah setelah ditusuk dengan pisau dapur oleh pelaku Muhamad Gunawan (21) yang notabene mantan pacarnya.
Apalagi ditengarai pelaku mengalami gangguan jiwa, lalu kenapa dia membawa pisau atau pisaunya darimana telah menjadi teka-teki polisi.
Diketahui, Gunawan dengan keji menusuk mantan pacarnya sampai terkapar lantaran terbakar cemburu. Ia tak terima ajakan untuk balikan, ditolak mentah-mentah oleh sang mantan.
Informasi yang dihimpun, pelaku telah menyiapkan pisau dapur yang dibawa dari rumah.
Informasi lain menyebut, pisau tersebut dibeli pelaku saat hendak menuju ke rumah mantannya, di Dukuh Tunggukrejo RT.01 RW.06 Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal.
"Soal pisau yang digunakan untuk menusuk korban, masih kami dalami. Apakah memang membawa dari rumah atau membeli di jalan,” kata Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Untung Setiyahadi, Kamis (1/8/2024).
Diterangkan lebih lanjut, pelaku penusukan saat ini masih menjalani perawatan kejiwaan di rumah sakit jiwa di Kota Semarang.
"Iya, masih observasi kejiwaan di rumah sakit jiwa di Semarang," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan pelaku penusukan mantan pacar di Kendal yang mengakibatkan korban meninggal, Muhamad Gunawan (21) kini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit jiwa di Kota Semarang.
Polisi mengungkapkan, setidaknya butuh waktu sekitar 7 hari untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
"Pelaku masih menjalani observasi kejiwaan dan baru keluar hasilnya 7 hari ke depan," kata Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Untung Setiyahadi, Kamis (1/8/2024).
AKP Untung menjelaskan, Jika pelaku penusukan dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, pihaknya akan melimpahkan penanganan ke Kedokteran Kepolisian untuk menguatkan gangguan yang diidap Gunawan.
"Pelaku akan menjalani perawatan medis lebih lanjut oleh Kedokteran Kepolisian untuk menguatkan kondisi tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, jika Gunawan tak terbukti mengidap gangguan kejiwaan, maka proses hukum akan dilanjutkan tahap penetapan tersangka.
"Jika tidak ada indikasi gangguan jiwa, status pelaku akan segera dinaikkan menjadi tersangka. Proses hukum akan dilanjutkan,” tegas AKP Untung.
Berdasarkan catatan rekam medis yang diterima Tribun Jateng, Gunawan memang pernah menjalani masa perawatan poliklinik psikiatri di RSUD Adhyatma Tugurejo Semarang.
Ia tercatat dirujuk ke RSUD Adhyatma pada Selasa (28/5/2024). Pada Surat keterangan dalam perawatanan tersebut, ia didiagnosa menderita Schizophrenia, dan masih dalam masa pengobatan.
Humas RSUD Adhyatma Tugurejo Semarang Endriawan Widodo mengatakan riwayat pemeriksaan terakhir Muhamad Gunawan di RSUD Adhyatma dilakukan pada bulan lalu.
"Pasien atas nama Muhamad Gunawan riwayat terakhir periksa 26 juni 2024," tuturnya.
Ngajak Balikan
Informasi yang dihimpun, pelaku yang masih seumuran tersebut berniat mengajak balikan mantannya, yang kini telah menjalin asmara baru dengan remaja lain.
Sayang, sang mantan enggan membuka hati lagi untuk Gunawan.
Gunawan yang terlanjur naik pitam, secara membabi buta menusuk Baladiva menggunakan pisau dapur yang telah disiapkan sebelumnya.
Baladiva yang tak mampu melawan, akhirnya terkapar bersimbah darah.
Kapolsek Kaliwungu, AKP Edi Sukamto Nyoto mengatakan korban mengalami luka berat di bagian perut setelah ditusuk dua kali oleh Gunawan.
"Iya benar, ditusuk pakai pisau dapur," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2024).
Adapun kini pelaku telah diringkus Polsek Kaliwungu. Sementara, korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo Kendal.
Korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang UGD RSUD Soewondo Kendal.
Ia menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 16:00 WIB.
"Iya korban meninggal sekitar pukul 16:00 WIB di RSUD Soewondo Kendal," kata petugas kamar mayat RSUD Soewondo Kendal, Wakit saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2024).
Ia menjelaskan, setelah dinyatakan meninggal korban langsung dibawa ke rumah duka di Dukuh Tunggukrejo RT.01 RW.06 Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan.
"Tadi jam 5 dibawa pulang bareng keluarga. Polisi juga tadi ada di sini," sambungnya. (ags)
Baca juga: Daftar 7 Anggota DPR RI 2024-2029 Jateng Dapil 7
Baca juga: BPBD dan SAR Jepara Temukan Mayat di Sungai Damarwulan, Ternyata Pria yang Hilang Berhari-hari
Baca juga: 2 Pasien Baru Akses Program Pengobatan Kaki Pengkor Gratis di Kudus
Baca juga: Chord Kunci Gitar Taman Maliq & DEssentials : Memandang Kabut yang Mengambang
Jejak Kelam Kamp Plantungan, Penjara Perempuan Eks Tahanan Politik Orde baru di Pedalaman Kendal |
![]() |
---|
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kendal: Ada Siswa SMP Kelas 7 Sudah Terindikasi Diabetes |
![]() |
---|
135 Honorer di Kendal Tak Bisa jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Penjelasan BKPP |
![]() |
---|
Bupati Tika: 132 Investor Masuk Kawasan Industri Kendal, Nilai Total Rp171,89 Triliun |
![]() |
---|
Pra Porprov Panahan di Kendal Resmi Dibuka, Pengurus Bidik Atlet Masuk Pelatnas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.