Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muria

Respons Rektorat IAIN Kudus Setelah Didemo Soal UKT

Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus merespons apa yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Rifqi Gozali
Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Rektorar IAIN Kudus, Kamis (1/8/2024). Ada beberapa tuntutan dalam aksi kali ini, salah satunya mereka menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan transparansi penentuan golongan UKT. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus merespons apa yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa tempo hari. Respons tersebut keluar setelah rapat unsur pimpinan kampus.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunmuria.com, sebelum aksi berlangsung jajaran pimpinan kampus telah mengundang audiensi dengan seluruh pimpinan ormawa (organisasi mahasiswa). Namun, sebagian besar pimpinan ormawa tidak hadir dalam audiensi tersebut, dari 55 ormawa yang diundang hanya 2 pimpinan ormawa yang hadir.

Kemudian setelah aksi tersebut 1 Agustus 2024, di hari yang sama pimpinan menggelar rapat secara daring membahas sikap terhadap tuntutan mahasiswa. Rapat tersebut diikuti oleh Rektor IAIN Kudus Abdurrohman Kasdi, para wakil rektor, kepala biro, para dekan, para kepala bagian, dan kasubbag rektorat.

 

Berdasarkan hasil rapat tersebut, semua tuntutan dari mahasiswa ditanggapi serius. Terkait poin yang berhubungan dengan uang kuliah tunggal (UKT), mahasiswa lama tidak ada kenaikan sama sekali, grade UKT untuk mahasiswa 2024 IAIN Kudus terendah Rp 400.000 dan grade tertinggi Rp 4.100.000. Grade terendah dan tertinggi masih sama dengan tahun sebelumnya, dengan penyesuaian pada skema program studi.

 

"Kemudian untuk potongan UKT 50 persen akan diberlakukan sebagaimana aturan yang berlaku, yaitu KMA (Keputusan Menteri Agama) Nomor 82 Tahun 2023,” ujar Tim Kerja Kehumasan IAIN Kudus Taqiyusinna dalam keterangan tertulis.

 

Selanjutnya, kata dia, para pimpinan kampus sepakat untuk menghapus kebijakan hibah buku sebagai syarat wisuda. Kemudian pihaknya juga akan dilakukan peningkatan pelayanan akademik dan kemahasiswaan di tingkat institusi dan fakultas, di antaranya disediakan tempat untuk ormawa di tingkat fakultas.

 

Sedangkan tuntutan terkait peretasan situs resmi kampus oleh iklan judi online, tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data IAIN Kudus telah memasang crone untuk memitigasi subdomain dari serangan dan akan membersihkan sistem secara menyeluruh dan berkala.

 

“Jajaran pimpinan akan mengagendakan ulang pertemuan, dan berharap bahwa dengan adanya dialog dan tanggapan positif ini, mahasiswa dapat memahami langkah-langkah yang diambil oleh pihak rektorat. Juga akan mengundang perwakilan mahasiswa untuk terus berdialog dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik dan harmonis,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved