Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengintip Cara Sukses Toha Beternak Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang

Mengintip Cara Sukses Toha Beternak Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang kabupaten Semarang Jawa Tengah. Kini Toha sudah punya 900 ekor bebek petelur.

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Salatiga magang jurnalistik
Mengintip Cara Sukses Toha Beternak Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ternak Bebek menjadi salah satu bisnis yang masih banyak ditekuni hingga kini, terlebih bagi orang-orang yang tinggal di lingkup pedesaan.

Ialah Toha (62), peternak Bebek petelur dari Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, yang telah menekuni usahanya selama delapan tahun lebih. Lokasi yang berada di pedesaan dan luasnya persawahan di desa tersebut semakin mendukung usaha ternak bebeknya.

Mengintip Cara Sukses Toha Beternak Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang
Mengintip Cara Sukses Toha Beternak Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang (tribunjateng/mahasiswa UIN Salatiga magang jurnalistik)

Awalnya, kandang Bebek milik Toha berada di Desa Rowosabi, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Namun, karena jarak yang lumayan jauh dari tempat tinggal dan keamanan yang kurang, akhirnya setelah 8 tahun, Toha memutuskan untuk menjual kandang tersebut dan membuat kandang baru.

Dari hasil beli tanah sawah seluas 1.000 m, Toha gunakan untuk membangun kandang bebek seluas 400 m. Sedangkan lainnya, ia manfaatkan untuk kebun cabai, kolam lele, dan sisa tanah yang dibiarkan kosong. Dari kandang yang baru, usaha Toha telah berjalan kembali sejak maret 2024.

25 tahun, waktu yang telah dilalui Toha untuk mempelajari tentang ternak bebek. Dari dirinya masih bujang hingga kini telah memiliki empat anak. Berbagai rintangan dan uji coba telah dilaluinya. Meskipun berlatar pendidikan tamat SD, namun tak lantas menyurutkan semangat usaha Toha. Melalui berbagai pengalamannya, Toha membuktikan bisa menjalankan usahanya hingga pada titik ini.

900 Ekor Bebek

Yang awalnya hanya memiliki 100 ekor bebek, hingga kini telah mencapai 900 ekor. "Dulu awalnya nyoba 100-an ekor bebek, tapi karna dirasa pendapatan yang dihasilkan masih minim, akhirnya sekalian punya banyak," ungkapnya.

Dalam sehari, Toha memberikan makan dua kali pada ternaknya. Pagi hari pukul tujuh sampai delapan dan sore pada pukul setengah empat sampai pukul lima. Adapun pakan yang diberikan berupa nasi aking dan protein konsentrat 144 yang dicampur menjadi satu.

kandang Toha peternakan Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang
kandang Toha peternakan Bebek Petelur di Desa Sraten Tuntang (tribunjateng/mahasiswa UIN Salatiga magang jurnalistik)

Usia produktif bebek untuk bisa bertelur, ketika telah mencapai usia 5 bulan hingga usia satu setengah tahun. Dari 900 ekor bebek, bisa menghasilkan 600 butir telur setiap harinya. Adapun harga jualnya dipatok sebesar Rp 2.200 per butir.

Dari 600 telur yang dihasilkan setiap harinya, ternyata belum mencukupi kebutuhan konsumen. Sehingga, Toha masih menerima dari peternak bebek lain yang hendak menjual telur bebek kepadanya.
Pendapatan bersih yang didapat Toha mencapai Rp 400.000 setiap harinya, setelah dipotong untuk pakan dan kebutuhan ternak lainnya.

Dalam perawatan ternak bebek, Toha juga memperhatikan tentang kandangnya. Pasalnya, atap kandang harus rapat dan terhindar dari kebocoran ketika hujan tiba, yang mana ketika bebek terkena air hujan bisa berpengaruh pada jumlah telur yang dihasilkan.

Di samping itu, bebek harus tetap mendapatkan sinar matahari setiap harinya. Maka dari itu, Toha menggunakan plastik UV untuk atap. Sehingga, meskipun atap kandang rapat, namun tetap bisa mendapatkan sinar matahari.

Berjarak 50 m dari pemukiman dan berada di kawasan persawahan, membuat bau yang menguar dari kandang tidak sampai ke pemukiman warga. Adapun kotoran bebek bisa dimanfaatkan untuk pupuk di kebun cabai miliknya.

Dari usahanya selama ini dan pendapatan yang dihasilkan setiap harinya, Toha mengaku bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kedepannya, Toha berencana akan menambah jumlah bebeknya sekitar 300 sampai 400 lagi untuk mengembangkan usahanya. (Zulfa Mazidah, Mahasiswi UIN Salatiga Jurusan KPI, Magang di Tribunjateng.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved