Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

4.242 Hektare Lahan Sawah di Kudus Produktif Kembali

Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus berhasil mengoptimalkan 4.242 hektare lahan persawahan yang sebelumnya kurang produkti

|
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Optimalkan Lahan Kurang Produktif Melalui Program PAT

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus berhasil mengoptimalkan 4.242 hektare lahan persawahan yang sebelumnya kurang produktif kini menjadi lebih produktif melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT).


Program PAT menyasar lahan pertanian yang tidak bisa diairi melalui jaringan irigasi, sehingga pemanfaatannya dilakukan dengan metode pompanisasi. 


Selain itu, PAT juga menyasar lahan tidur, yaitu lahan yang tidak bisa dimanfaatkan pada waktu-waktu tertentu karena terendam banjir berkepanjangan hingga menjadi rawa-rawa.


Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan menyampaikan, program perluasan areal tanam sejatinya sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 digencarkan kembali secara serentak di seluruh Indonesia. 


Kata Agus, program PAT memiliki tujuan untuk meningkatkan luas tanam serta produksi pertanian daerah hingga nasional dalam rangka menjamin ketahanan pangan dan ketersediaan pangan.


Sasaran program PAT adalah area pertanian atau persawahan yang tidak tersentuh oleh saluran irigasi. Petani harus memanfaatkan metode pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air, misalnya embung hingga parit-parit yang sudah ada di sekitar lahan pertanian.


Agus menyebut, Kabupaten Kudus ditarget mengoptimalkan kembali 2.628 hektare lahan persawahan agar produktif melalui program PAT. 


Namun, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus berhasil menangani 4.242 hektare lahan sawah kurang produktif menjadi lebih produktif, melebihi target yang telah ditentukan. 


Luasan tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kudus. Mulai dari Kaliwungu, Mejobo, Undaan, Jekulo, Bae, dan Kecamatan Jati. 


"Program PAT ini dioptimalkan dengan metode pompanisasi. Memanfaatkan sumber air yang sudah ada di sekitar lahan pertanian, fungsinya untuk mendorong percepatan tanam dan meningkatkan areal tanam khusus jenis tanaman padi," terangnya, Kamis (15/8/2024).


Agus menyatakan, Perluasan Areal Tanam (PAT) merupakan program dari pusat yang dijalankan serentak sampai ke tingkat daerah dengan memanfaatkan lahan marjinal. Khusus di lahan terendam air, diupayakan agar masa panen padi tidak berbarengan dengan masa turunnya curah hujan tinggi, sehingga tidak terancam puso.  


Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah menyalurkan 114 pompa air berkapasitas 3 inchi sampai 8 inchi kepada petani. Besar kecilnya kapasitas pompa disesuaikan dengan kondisi area persawahan dan luas lahan sawah. 


"Program PAT ini dari pusat, namun pendampingannya dari TNI. Hari ini ada panen padi perdana di persawahan Desa Kirig, Kecamatan Mejobo bersama Dandim 0722/Kudus masuk dalam program PAT. Padi program PAT di Desa Kirig ini mulai tanam Mei-Juni, panen pada Agustus-September," ujarnya.


Kabupaten Kudus saat ini memiliki lahan persawahan yang bisa ditanami padi mencapai 13.239 hektare. 


Pada 2023 lalu, potensi panen padi hanya mencapai 23.000 kuintal. Dinas Pertanian dan Pangan setempat tahun ini memprediksi adanya peningkatan jumlah produksi padi di Kabupaten Kudus hingga 25.000 kuintal, dengan potensi terbesar di wilayah Kecamatan Undaan. 


Petani sekaligus tengkulak, Muhammad Arifin menerangkan, tahun ini terjadi peningkatan harga, baik dalam bentuk gabah maupun sudah menjadi beras. 


Kata dia, harga gabah basah panen meningkat dari sebelumnya 6.500 per kilogram menjadi Rp 7.100 per kilogram.


Sedangkan harga gabah kering panen naik dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 8.500 per kilogram. Harga beras juga mengalami kenaikan di tingkat tengkulak dari sebelumnya Rp 11.500 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram. 


"Alhamdulillah tahun ini petani dapat untung lebih karena harga jual gabah atau padi meningkat," tutur dia. (Sam)

Baca juga: Inilah Jawaban RSUP Kariadi Semarang soal Perundungan dan Jam Kerja Overtime Mahasiswi PPDS Undip

Baca juga: Chord Gitar Lagu Bukan Bintang Biasa dari Juliette

Baca juga: Bawaslu RI Beri Penguatan Panwascam Kabupaten Pekalongan 

Baca juga: Dua Caleg PDIP Karanganyar Datangi Kantor KPU Karanganyar, Berharap Dapat Dilantik Jadi Dewan

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved