Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

PLN Pastikan Kelancaran Suplai Listrik Pabrik Baterai Anoda di KEK Kendal

PT PLN (Persero) memastikan kelancaran pasokan listrik untuk pabrik baterai Anoda di di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Tayang:
Ist
Jajaran PLN Unit Induk Distribusi (IUD) Jawa Tengah dan DIY berkomitmen mendukung kelistrikan untuk pabrik baterai anoda lithium yang diresmikan Presiden Joko Widodo di KEK Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- PT PLN (Persero) memastikan kelancaran pasokan listrik untuk pabrik baterai Anoda di di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Pabrik itu telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (7/8) lalu.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap menyuplai semua kebutuhan listrik untuk pengembangan ekosistem industri di KEK Kendal.

Ia menyebut, KEK Kendal akan memegang peranan besar dalam pengembangan industri Tanah Air, khususnya untuk hilirisasi industri mineral.

Menurut dia, komitmen PLN itupun sejalan dengan visi pemerintah dalam menggenjot hilirisasi industri untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melalui peningkatan nilai jual komoditas hasil mineral.

“Saat ini kami mempunyai pasokan listrik yang andal, dan kami pastikan seluruh sistem kelistrikan kami mampu menjawab kebutuhan listrik industri di KEK Kendal,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (14/8).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Mochamad Soffin Hadi menuturkan, untuk menyuplai listrik andal ke KEK Kendal, PLN telah melakukan penyambungan listrik dengan total daya 99,19 Mega Volt Ampere (MVA).

Selain itu, dia menambahkan, PLN juga telah menyuplai kelistrikan sebesar 2x15,5 MVA ke pabrik baterai, dan akan menambah suplai sebesar 2x15,5 MVA pada Desember 2024 untuk operasional pabrik fase kedua.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, operasional pabrik anoda lithium di KEK Kendal itu menjadi langkah penting dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Pabrik itu diharapkan dapat memproduksi 80 ribu ton material anoda per tahun yang setara dengan 1,5 juta mobil listrik.

“Sangat besar sekali, apalagi kalau ditambah dengan 80 ribu ton produksi di industri ini, berarti akan menjadi 3 juta mobil listrik per tahunnya. Sebuah jumlah yang sangat besar, sehingga kita akan menjadi pemasok terbesar, baik EV (electric vehicle) baterai maupun kendaraan listriknya,” ucapnya. (Kontan/Diki Mardiansyah)

Baca juga: Aturan Pembelian Pertalite Rampung Sebelum Jokowi Lengser

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Bakal Turun 10 Persen Mulai Oktober 2024

Baca juga: Presiden Jokowi dan Kepala BPIP Digugat di PN Solo Terkait Anggota Paskibraka Lepas Jilbab

Baca juga: BERITA LENGKAP: Dokter Aulia Meninggal di Kos hingga Kemenkes Tutup Sementara untuk Investigasi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved