Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tebar Biji Pohon Pakai Ketapel, Cara Cukupi Pakan Kera yang Overpopulasi di Goa Kreo Semarang

Keberadaan kera ekor panjang dan Goa Kreo Semarang tidak dapat dipisahkan. Sayangnya, kera-kera yang berada di kawasan Waduk Jatibarang ini telah ov

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Para relawan melempar biji pohon pepaya dengan menggunakan ketapel. Biji pohon telah dikeraskan secara khusus sehingga mudah dilontarkan. Sasaran sebaran biji tanaman ini ke daerah di sekitar Waduk Jatibarang yang masih gundul dan sulit dijangkau, Kota Semarang, Sabtu (17/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keberadaan kera ekor panjang dan Goa Kreo Semarang tidak dapat dipisahkan. 

Sayangnya, kera-kera yang berada di kawasan Waduk Jatibarang ini telah overpopulasi.

Jumlah kera disebut kini telah mencapai 3 ribu ekor lebih. Imbasnya, kera sampai turun ke permukiman warga untuk mencari makan.

Tak tangung-tangung, kera bisa berkelana hingga sejauh 10 kilometer dari habitatnya.

Berangkat dari kondisi ini, Forum Potensi Relawan Semarang (FPRS) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar kegiatan Merti Bumi.

Relawan melempar biji pohon pepaya dengan menggunakan ketapel. Biji pohon telah dikeraskan secara khusus sehingga mudah dilontarkan. Sasaran sebaran biji tanaman ini ke daerah di sekitar Waduk Jatibarang yang masih gundul dan sulit dijangkau, Kota Semarang, Sabtu (17/8/2024).
Relawan melempar biji pohon pepaya dengan menggunakan ketapel. Biji pohon telah dikeraskan secara khusus sehingga mudah dilontarkan. Sasaran sebaran biji tanaman ini ke daerah di sekitar Waduk Jatibarang yang masih gundul dan sulit dijangkau, Kota Semarang, Sabtu (17/8/2024). (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

Acara ini bertajuk Tilek Sedulur Tuwo Gua Kreo, Plinteng Wineh Wanoro Langgeng atau bersilaturahmi ke saudara tua, melemparkan biji untuk hutan lestari.

Kegiatan yang dilakukan persis di peringatan HUT Ke-79 RI ini bagian ikhtiar memenuhi pakan para kera dengan kegiatan menanam dan menebar benih pohon.

"Saudara tua kita di Gua Kreo itu para kera yang saat ini kondisinya butuh perhatian. Mereka overpopulasi dan kurang pakan," ujar Ketua FPRS Semarang sekaligus koordinator acara, Rimba, Sabtu (17/8/2024).

Untuk memenuhi pakan kera, Rimba menggerakkan para relawan untuk menaman bibit dan menebar biji pohon.

Penebaran biji dilakukan dengan cara dilontarkan pakai ketapel supaya benih-benih itu bisa mencapai ke lokasi yang tak terjangkau.

Oleh karena itu, pihaknya menerjunkan satu unit perahu untuk mengelilingi kawasan Waduk Jatibarang.

"Biji yang ditebar berupa biji pepaya karena mudah tumbuh dan cepat berbuah. Biji dibungkus dengan tanah sebagai pemberat, ketapel sebagai pelontar. Di manapun biji jatuh akan tumbuh karena sudah dilakukan percobaan," terangnya.

Dia menuturkan, upaya berikutnya dalam memenuhi pakan kera adalah dengan membuat lumbung pangan.

Relawan akan berperan menjadi bapak asuh bagi para kera dalam acara Jumat Berkah yakni setiap Jumat  para kera akan diberikan makanan buah-buahan.

"Dari data pengelola Goa Kreo estimasi jumlah kera mencapai 3 ribu ekor. Nah, kami perlu membuat satu titik lokasi pusat pesta makanan bagi para kera," tuturnya 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved