Revisi UU Pilkada
Korban Gas Air Mata Semarang Ingatkan Polisi Soal Tragedi Kanjuruhan
Fatah Akrom mahasiswa UIN Salatiga menjadi korban gas air mata saat polisi melakukan tindakan represif, Kamis (23/8/2024).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Fatah Akrom mahasiswa UIN Salatiga menjadi korban gas air mata saat polisi melakukan tindakan represif menghalau aksi massa menentang revisi UU Pilkada di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (23/8/2024).
Dampak dari gas air mata, Fatah mengalami sesak nafas hingga pingsan.
Dia sempat dilarikan ke RS Roemani Semarang menggunakan ojek online.
"Saya terpapar gas air mata saat polisi melakukan tembakan pertama. Jarak (jatuhnya selongsong) dengan saya cukup dekat sekira 10 meter, habis itu saya lari tapi badan mulai lemas," katanya, Jumat (23/8/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS 1 Mahasiswa Undip Terluka Hidungnya Karena Peluru Gas Air Mata di Semarang
Fatah yang tak kuat berlari akhirnya terkapar di median jalan Taman Indonesia Kaya.
Ada beberapa petugas para medis yang hendak menolongnya tetapi mereka terpaksa berlari meninggalkannya karena polisi kembali menembakan gas air mata.
Kendati begitu, dia akhirnya bisa dievakuasi ke tempat aman lalu dilarikan ke rumah sakit.
"Saya selepas itu baru sadarkan diri di rumah sakit. Tak hanya saya, ternyata ada belasan mahasiswa lainnya. Ada yang sampai hidungnya dijahit karena kena selongsong gas air mata," bebernya.
Dari kejadian ini, ia membayangkan kengerian tragedi Kanjuruhan Malang yakni tragedi meninggalnya ratusan suporter bola akibat penggunaan gas air mata.
Dia merasakan dampak gas air mata ke aksi massa cukup mengerikan karena mereka akan lari kocar-kacir, berdesak-desakan, bertabrakan sampai terjatuh.
"Kami minta polisi untuk meminimalisir penggunaan gas air mata," ujarnya.
Sejurus dengan korban gas air mata, sejumlah aktivis Semarang meminta polisi untuk meniadakan penggunaan gas air mata dalam melakukan pengamanan aksi demonstrasi.
Sebab, penggunaan gas air mata sangat dirasakan oleh para aksi massa sehingga sampai menimbulkan korban.
Terbaru, ada 26 korban gas air mata dalam aksi menentang revisi UU Pilkada di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (22/8/2024).
Mereka sampai dilarikan ke rumah sakit sebanyak 18 orang akibat alami sesak nafas dan pingsan.
| Aksi Kawal Putusan MK di Depan DPRD Solo Diwarnai Pembakaran Ban, Jalan Adi Sucipto Ditutup |
|
|---|
| Demonstrasi Melunak, Aksi Mahasiswa Tolak Politik Dinasti Berhasil Duduki Gedung DPRD Kendal |
|
|---|
| Kena Prank! Aparat Polda Jateng Sudah Jaga Ketat DPRD Jateng, Massa Malah Beralih ke Lokasi Lain |
|
|---|
| Puluhan Mahasiswa di Banyumas Diduga Alami Luka-luka Paska Demo Ricuh Kawal Putusan MK |
|
|---|
| Alasan Fahmi Siswa SMK di Mranggen Ikut Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Jateng: Solidaritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Nasib-mahasiswa-massa-aksi-pingsan-akibat-gas-air-mata.jpg)