Berita Blora
Nestapa Petani Jagung di Blora, Waktu Panen Tiba, Harga Jagung Malah Terjun Bebas
Saat masa panen jagung tiba, harga jual jagung malah anjlok, sehingga membuat petani jagung di Blora mengeluh
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Petani jagung di Kabupaten Blora kini tengah merana.
Saat masa panen jagung tiba, harga jual jagung malah anjlok, sehingga membuat petani jagung di Blora mengeluh.
Hal itu seperti yang dialami oleh Temok (71), petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Di bawah terik panas matahari, Temok memanen jagung seorang diri.
Baca juga: Awalnya 3 Buah, Karangan Bunga di Kantor Bawaslu Kendal Kini Capai 44, dari Tukang Kayu juga Ada
Meskipun usianya yang sudah tidak muda lagi, dia menggunakan tenaganya untuk memanen jagung.
Di sela-sela panen, Temok menceritakan, alasan dirinya panen jagung seorang diri lantaran istrinya sedang jatuh sakit.
"Istri sedang sakit batuk, pilek, jadi panen sendiri," katanya, kepada Tribunjateng, saat ditemui di lahan jagungnya, Rabu (4/9/2024).
Sementara itu, terkait harga jagung, Temok mengatakan bahwa anjloknya harga jagung telah terjadi sejak 2 pekan lalu.
"Harga anjlok mas, sampun 2 minggu an (sudah sejak 2 Minggu)," katanya.
Lebih lanjut, Temok mengatakan harga jual jagung saat ini di bawah Rp 5.000 per kilogram.
"Harga jagung kering itu Rp 4.500 per kilogram. Jagung basah Rp 3.700 per kilogram, murah banget ini mas," ujarnya.
Padahal, kata Temok, harga jagung basah sempat di harga Rp 4.300 per kilogram.
Namun, Temok, mengaku heran ketika dirinya panen jagung, harga jual jagung malah anjlok.
"Jagung kering sempat Rp 5.000 per kilogram, tapi sekarang hanya Rp 4.500 per kilogram," terangnya.
Menurut Temok, harga jagung yang anjlok itu membuat petani merugi.
| Kabar Duka, Jamaah Haji Asal Blora Meninggal, Sempat Alami Sesak Napas di Bandara KNO Medan |
|
|---|
| Polisi Ringkus Terduga Pengeroyokan di Cepu Blora, 2 Masih Buron, Barang Bukti Celurit Ikut Disita |
|
|---|
| Terkendala Anggaran, 19 Perlintasan Kereta di Blora Belum Ada Palang Pintu, 1 Titik Butuh 200 Juta |
|
|---|
| Nasib 2 Kepala Puskesmas Selingkuh di Blora, Dijatuhi Sanksi Penurunan Pangkat Selama 1 Tahun |
|
|---|
| 19 Perlintasan Kereta di Blora Belum Berpalang Pintu dan Tanpa Penjaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petani-jagung-asal-Desa-Sukorejo-Kecamatan-Tunjungan-Kabupaten-Blora.jpg)