Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Harga Jagung Anjlok Buat Petani di Blora Merana, DP4 Buka Suara

Petani jagung di Blora mengeluh lantaran saat masa panen tiba harga malah anjlok. Harga jagung di Blora, saat ini untuk jagung

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TribunJateng.com/M Iqbal Shukri
Petani jagung asal Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Temok, saat panen jagung di lahannya, Rabu (4/9/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Petani jagung di Blora mengeluh lantaran saat masa panen tiba harga malah anjlok.

Harga jagung di Blora, saat ini untuk jagung kering harga jual di petani hanya Rp 4.500 per kilogram, sedangkan untuk jagung basah Rp 3.700 per kilogram.


Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Peternakan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Rosalia Diah Erawati,  tim dari Bupati Blora Arief Rohman telah menindaklanjuti terkait kondisi anjloknya harga jagung tersebut.


"Dari pak bupati sudah menerjunkan timnya, yang dari swasta, calon investor untuk menghitung potensi jagung di Blora, sehingga potensi ini bisa ditampung semua oleh investor tersebut,"


"Kalau sudah ada dari pihak investor ini nanti, ketika harga yang ditawarkan ke petani disepakati, diharapkan harga jagung bisa stabil," katanya, kepada Tribunjateng, Jumat (6/9/2024).


Dengan begitu diharapkan harga jagung bisa stabil, baik saat panen raya atau pun saat jagung tidak melimpah sekalipun.


"Sudah ada tim yang mengkaji, nanti rencananya jagung bakal ditampung untuk pabrik pakan ternak, dan ekspor. Tetapi ini memang jangka panjang ya, tidak bisa langsung," jelasnya.


Terkait target kapan hal itu bisa diterapkan, pihaknya belum bisa memastikan waktu pastinya.


"Kami belum tahu, tapi ini kita masih komunikasi terus, tapi ini baru tahap pengkajian, kalau nanti betul-betul fiks angkanya, kita berusaha untuk menyerahkan semua produksi jagung di tingkat petani," jelasnya.


Saat ditanya terkait upaya Pemkab dalam jangka pendek untuk mengatasi harga jagung yang Anjlok, perempuan yang akrab disapa Era itu menyampaikan sudah ada skema dari Bulog.


"Sekarang ini Bulog diminta untuk menyerap jagung di petani dengan harga Rp 5.000 per kilogram untuk jagung kering, dengan syarat kadar air 14 persen. Sehingga petani bisa menjual hasil panennya ke Bulog," terangnya.


Lebih lanjut, Era menjelaskan skema penyerapan jagung dari petani ke Bulog.


"Jadi petani ini menjual jagungnya ke mitra Bulog, di Ngawen, di Kamolan sudah ada, dan ada beberapa pedagang besar mitra Bulog. Dan sekarang Bulog sudah menerapkan ini," paparnya.


Sebelumnya diberitakan, Petani jagung di Kabupaten Blora kini tengah merana.


Saat masa panen jagung tiba, harga jual jagung malah anjlok, sehingga membuat petani jagung di Blora mengeluh. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved