Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Pilu Sumiatun Terdampak Tanah Gerak di Ngetrep Blora, Teras Rumah Ambles 3 Meter

Fenomena tanah gerak di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, semakin parah.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
TANAH GERAK - Kondisi teras rumah Sumiatun di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, ambles terdampak tanah gerak, Senin (13/4/2026). Teras rumah tersebut ambles hingga kedalaman sekira tiga meter. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Fenomena tanah gerak di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, semakin parah.

Rumah milik Sumiatun (52) mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian teras ambruk akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.

Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, sisa bangunan rumah Sumiatun tampak menggantung di tepi tanah yang ambles. 

Bagian teras sudah runtuh ke bawah, menyisakan puing-puing material bangunan yang berserakan. 

Kedalaman amblesan mencapai 2,5 hingga 3 meter.

Baca juga: Kisah Mbah Djaiz Lansia di Blora Tak Bisa Tidur Nyenyak Dihantui Tanah Ambles

Viral Pungli Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Bowo Jukir Resmi Resah Nama Tercoreng

Kronologi Evakuasi Balita dari Gunung Ungaran, Rewel saat Orangtua Cekcok di Pos 4

Peristiwa tersebut terjadi sekira tiga hari lalu saat hujan deras disertai petir mengguyur Dukuh Ngetrep.

Sumiatun menceritakan detik-detik teras rumahnya ambruk terdampak fenomena tanah gerak.

"Kejadiannya tiga hari yang lalu. Waktu itu hujan deras, sore sekira pukul 16.00."

"Tiba-tiba tanahnya bunyi ‘krek-krek’, terus ambles pelan-pelan."

"Tidak lama kemudian teras langsung ambruk," kata Sumiatun, Senin (13/4/2026).

Sumiatun sempat panik saat mendengar suara retakan tanah.

Karena khawatir rumahnya ikut roboh, Sumiatun langsung menyelamatkan diri ke rumah tetangga.

"Saya takut, tidak berani di rumah. Baru sebentar keluar, teras bagian depan sudah ambrol," terangnya.

Kini Sumiatun bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Meski begitu, rasa was-was masih terus menghantui, terutama saat malam hari, jika sewaktu-waktu sisa bangunan rumahnya ambruk kalau terjadi kembali tanah ambles.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved