Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pria China Meninggal Tak Lama Setelah Cabut 23 Gigi dan Pasang 12 Implan

Di China, seorang pria tua telah mencabut 23 giginya dan kemudian memasang 12 implan di hari yang sama. Tetapi tak lama kemudian dia meninggal.

KatarzynaBialasiewicz
Ilustrasi meninggal dunia 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Di China, seorang pria tua telah mencabut 23 giginya dan kemudian memasang 12 implan di hari yang sama.

Tetapi tak lama kemudian dia meninggal.

Kasus tersebut sedang diselidiki pihak berwenang China.

Baca juga: Bus Sekolah Tabrak Kerumunan Orangtua dan Siswa di China, 11 Orang Tewas

Diketahui, pria tua tersebut meninggal 13 hari setelah mencabut giginya di sebuah klinik gigi.

Putrinya bernama Shu, warga Kota Yongkang, Provinsi Zheijiang, China mengajukan pengaduan ke Biro Kesehatan Kota terhadap sebuah klinik gigi setempat setelah ayahnya meninggal.

Perempuan itu menunjukkan bukti bahwa orang tuanya telah mencabut 23 gigi dan memasang 12 gigi baru dalam satu sesi, yang menurutnya menyebabkan kematian mendadak ayahnya 13 hari kemudian.

Sebagaimana diberitakan Odditycentral pada Kamis (5/9/2024), Shu memberi tahu pihak berwenang bahwa ayahnya menderita sakit yang luar biasa selama 13 hari terakhir hidupnya, sebelum menderita serangan jantung yang fatal pada 28 Agustus 2024.

 Sekarang Shu ingin mereka yang bertanggung jawab diadili.

Menurut formulir persetujuan pasien, ayah Shu memang mencabut 23 gigi aslinya sebelum mengebor 12 lubang di tengkorak dan rahangnya untuk menanamkan gigi baru.

Semua ini dilakukan dalam satu hari, yang berarti ia harus menahan rasa sakit yang tak terbayangkan setelah anestesi hilang.

Meskipun jumlah pencabutan tampaknya agak berlebihan untuk satu sesi, juru bicara klinik tempat prosedur dilakukan mengatakan bahwa jumlah gigi yang dapat dicabut sekaligus perlu ditentukan oleh dokter dalam konsultasi tatap muka berdasarkan kondisi fisik pasien.

Menurut catatan salah satu Rumah Sakit Gigi, 23 pencabutan tersebut dilakukan oleh seorang dokter bernama Yuan, yang spesialisasinya meliputi perawatan saluran akar, pencabutan gigi bungsu yang impaksi, dan gigi palsu lengkap.

Meskipun saat ini tidak ada peraturan khusus tentang jumlah gigi yang akan dicabut dalam satu sesi, klinik dan dokter harus mempertimbangkan toleransi rasa sakit pasien dan risiko infeksi.

"Semakin banyak gigi yang dicabut, semakin besar respons nyeri pasien dan semakin besar kemungkinan infeksi pascaoperasi," kata Xiang Guolin, direktur Pusat Kedokteran Gigi Rumah Sakit Keempat Wuhan.

Penyelidikan dalam kasus ini saat ini sedang berlangsung, tetapi seorang perwakilan dari Biro Kesehatan Kota mengatakan kepada wartawan bahwa pembuktian kausalitas bisa jadi sulit, mengingat kematian pria itu terjadi 13 hari setelah prosedur kontroversial tersebut. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria China Cabut 23 Gigi dan Pasang 12 Implan, Tak Lama Meninggal"

Baca juga: Kim Jong Un Disebut Eksekusi 30 Pejabat yang Gagal Tangani Banjir di Korea Utara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved