Berita Regional
Belasan Warga Bogor Jadi Korban Keberingasan Gerombolan Bermotor yang Tak Terima Ditegur
Namun, para pelaku malah semakin beringas dan menyerang warga yang berusaha menghentikan mereka.
TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Kasus dugaan pengeroyokan terjadi di Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (7/9/2024) sekitar pukul 23.30 WIB.
Pengeroyokan dilakukan oleh sekelompok pria terhadap belasan warga.
Akibat kejadian tersebut, beberapa warga luka-luka.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Libatkan Anak Anggota DPRD Gunungkidul, 1 ABH Diversi
Kasus ini kini tengah diselidiki kepolisian.
Kronologi
Peristiwa bermula ketika Mardani (25), seorang pedagang nasi uduk, menegur sekelompok pria yang melintas dengan motor berisik di depan warungnya.
Teguran tersebut memicu amarah para pria itu.
"Gerombolan pria mereka naik motor banyakan, terus berhenti di depan warung saya.
Saya tanya baik-baik, 'Ada apa?'
Sama mereka dijawab, ‘Berisik lu’.
Terus langsung mengeroyok saya,” kata Mardani kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2024).
Kesaksian yang sama juga disampaikan Rina Herawati, Ketua RT 04/04 Kelurahan Balumbang Jaya.
Dia menyebut, sekelompok pria tak dikenal tersebut menimbulkan kegaduhan karena menggeber-geber motor.
“Mereka menggeber-geber motor, ditegur sama orang yang di atas, terus berhenti di tukang nasi uduk, ditanya sama tukang nasi uduk, eh malah tukang nasi uduknya dipukulin,” ujar Rina.
15 korban
Warga yang berada di lokasi warung nasi uduk pun mencoba melerai aksi pengeroyokan tersebut.
Namun, para pelaku malah semakin beringas dan menyerang warga yang berusaha menghentikan mereka.
“Warga yang melerai malah digebukin.
Siapa pun yang mencoba memberhentikan jadi korban selanjutnya, dipukulin,” ujar Rina.
Akibatnya, sekitar 15 orang menjadi korban pengeroyokan ini.
Tiga di antaranya mengalami luka berat.
“Luka berat tiga orang, kalau ringan 10 sampai 15 ada, kebanyakan bapak-bapak.
Digebukinnya di depan kepala mata saya sendiri,” ujar Rina.
Luka lebam
Sementara, Mardani menderita luka lebam di wajah, tangan, dan kaki.
Ia juga merasa nyeri di kepala bagian belakang akibat menerima pukulan.
Mardani sempat berusaha melarikan diri, namun dikejar oleh lima pelaku dan kembali dipukuli.
"Saya melarikan diri ke belakang, dikejar, dikeroyok lagi, saya kira (pelaku) sampai lima orang lebih.
Saya mengalami luka di muka, kepala, tangan, kaki, nyeri di kepala belakang," ucap dia.
Selain Mardani, lansia perempuan bernama Wiyah (75) juga mengalami luka akibat didorong pelaku saat berusaha menolong cucunya di lokasi kejadian.
Wiyah mengalami nyeri di bagian pinggul, paha, lengan, dan kaki.
“Badan saya sakit apalagi di bagian ini (paha dan pinggul),” ungkap Wiyah.
Tak hanya itu, Wiyah juga merasa trauma akibat kejadian ini. Ia mengaku sulit tidur dan kehilangan nafsu makan usai peristiwa tersebut.
“Saya tidak nafsu makan, apalagi tidur, susah, bawaannya takut terus,” ujarnya.
Tolak tawaran damai
Usai kejadian, perwakilan pelaku pengeroyokan sempat mendatangi korban meminta kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, para korban bersikukuh melanjutkan proses hukum di kepolisian lantaran merasa sangat dirugikan.
“Ada yang datang perwakilan dari pelaku menemui saya, minta diselesaikan secara kekeluargaan.
Tetapi, jawaban kami, tidak ada kata damai.
Warga saya banyak yang jadi korban, terutama keluarga saya, ibu saya 75 tahun umurnya juga jadi korban, didorong,” ujar Rina.
Rina menyebut, korban berharap agar para pelaku diganjar hukuman setimpal.
“Indonesia ini negara hukum, kami ingin diselesaikan di jalur hukum,” ujarnya.
Diusut polisi
Para korban pun telah melaporkan kasus ini ke Polresta Bogor Kota.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku pengeroyokan.
“(Korban) sudah melapor dan menjalani visum.
Pelaku masih dalam penyelidikan,” ungkap Aji. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Pengeroyokan Belasan Warga Bogor oleh Sekelompok Pria, Bermula dari Teguran"
Baca juga: Remaja Ditemukan Muntah Darah hingga Meninggal di Rumah Sakit, Diduga Dianiaya Teman
| Tak Bisa Terima Kenyataan Dipenjara Seumur Hidup, Mantan Polisi Coba Kabur |
|
|---|
| Keluarga Fia Diteror Kebakaran Misterius, 15 Titik Api Muncul Tiba-Tiba di Rumah dalam 2 Hari |
|
|---|
| Anak SMP Tak Berhasil Selamatkan Nenek Terjebak Kebakaran, Keduanya Tewas |
|
|---|
| Jasad Bayi Ditemukan Terombang-ambing di Atas Kasur Hanyut di Sungai |
|
|---|
| Setelah Buang Jasad Anggi di Jalan Tol, MF Bawa Mobil dan Uang Korban untuk Berlibur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pengeroyokan-1.jpg)