Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Anak SMP Tak Berhasil Selamatkan Nenek Terjebak Kebakaran, Keduanya Tewas

Bocah kelas satu SMP tersebut lebih memilih menyelematkan sang nenek ketimbang nyawanya sendiri.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATIM
EVAKUASI KORBAN - Petugas Tim Inafis Polrestabes Surabaya mengevakuasi jenazah MARP ke dalam mobil ambulans. MARP dan neneknya, SU, tewas dalam insiden kebakaran tersebut. (Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi) 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kebakaran rumah menelan dua korban jiwa di Jalan Banyu Kidul Gang Molin RT 08 RW 04, Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya, Senin (25/5/2026) malam.

Dua orang penghuni yang tewas terjebak merupakan nenek dan cucunya.

Nenek berinisial SU dan cucunya, laki-laki berinisial MARP, berstatus pelajar kelas satu SMP sekolah negeri di Surabaya.

Baca juga: 2 Lansia Meninggal Akibat Kebakaran di Kudus, Bupati Sam’ani Imbau Warga Aktifkan Siskamling

Kedua korban terjebak di lokasi berbeda.

Sang nenek berada di kamar mandi sisi dalam rumah.

Sedangkan cucu diketahui terjebak di salah satu kamar kos lantai dua.

Sejumlah warga menyebutkan, MARP berusaha menyelamatkan sang nenek yang sudah renta dan tak sanggup berjalan dengan cepat untuk menyelamatkan diri di tengah situasi kebakaran.

Tetangga, Dwi Prastyo menceritakan, kobaran api diketahui berada di area teras rumah yang dimanfaatkan sebagai bengkel reparasi motor listrik, dan area gudang penyimpanan pasokan barang dagangan toko kelontong.

MARP sebenarnya bisa menyelamatkan diri dari kebakaran tersebut dengan menaiki tangga akses menuju ke ruangan kos di lantai  dua.

Namun, bocah kelas satu SMP tersebut lebih memilih menyelematkan sang nenek ketimbang nyawanya sendiri.

MARP membopong dan menuntut sang nenek di area ruangan tengah untuk dibawa ke toilet dengan harapan bisa tetap selamat selama api berkobar-kobar.

"Mungkin ya bisa (selamat), karena dia kan yang disayang ya, neneknya kan yang disayang gitu kan. Makanya dia nyelamatin neneknya dulu gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, pada Selasa (26/5/2026) dini hari.

Dwi mengakui, selama hidup bertetangga dengannya, ia menyaksikan sendiri bahwa sosok MARP memang begitu menyayangi sang nenek selama ini.

MARP juga dikenal sebagai sosok yang sopan, supel, dan gemar membantu orang tua dan nenek mengelola toko kelontong di samping area teras rumah.

"Oh, anaknya supel kok. Baik. Kelas 1 SMP. Iya, supel anaknya. Wis pokoknya supel, anaknya itu baik, anaknya ini lho sering bantu orang tua," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved