Berita Perbankan
Alasan Kenapa BPR Terus Berguguran Hadapi Tantangan
Jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tutup terus bertambah pada tahun ini, di mana hingga pertengahan September 2024 sudah terdapat 15 BPR
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tutup terus bertambah pada tahun ini, di mana hingga pertengahan September 2024 sudah terdapat 15 BPR yang dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, dinamika ekonomi global dan domestik membawa tantangan bagi industri perbankan, tidak terkecuali industri BPR atau BPR syariah (BPRS).
Menurut dia, masifnya adopsi teknologi informasi berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari BPR/BPRS.
"Selain itu, BPR/S juga menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya pada penyaluran kredit atau pembiayaan kepada segmen UMKM," ujarnya, dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/9).
Dian menuturkan, industri BPR dan BPRS akan selalu dihadapkan pada tantangan, baik global dan domestik maupun tantangan struktural yang bersumber dari internal BPR dan BPRS.
"Tantangan persaingan juga perlu diperhatikan terutama bagi BPR yang memiliki daya saing yang rendah," ujarnya.
Untuk membantu mengatasi tantangan tersebut, dia menambahkan, OJK telah meluncurkan peta jalan atau roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR atau BPRS.
Roadmap tersebut dibuat dengan empat pilar utama, yakni penguatan struktur dan daya saing, akselerasi digitalisasi BPR dan BPRS, penguatan peran BPR dan BPRS di wilayahnya, serta penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan.
"Apabila dilaksanakan sesuai dengan serangkaian inisiatif pada roadmap tersebut, diharapkan dapat memberikan peningkatan ketahanan dan daya saing bagi industri BPR/BPRS untuk menghadapi tantangan bisnis,"jelasnya.
Sebagai informasi, OJK mengumumkan telah mencabut izin usaha PT BPR Nature Primadana Capital pada 13 September 2024. BPR itu menjadi yang ke-15 dicabut izinnya oleh OJK sejak awal tahun lalu. (Kompas.com/Rully R Ramli)
Baca juga: Segmen LCGC Berpotensi Jadi Penopang Penjualan Mobil Nasional, Bersaing dengan Mobil Listrik
Baca juga: Nilai Tukar Rupiat Menguat di Posisi Terkuat Setahun Terakhir
Baca juga: Daftar Harga Token Listrik Hari Ini Rabu 18 September 2024, Beli Rp 250.000 Daya 900 VA Dapat Berapa
Baca juga: Keinginan Panca Darmansyah Ziarahi Makam 4 Anak Kandungnya Setelah Divonis Hukuman Mati
| Layanan Perbankan Digital Meningkat selama Pandemi Bank Makin Sadar Perubahan Perilaku Masyarakat |
|
|---|
| Wall Street Naik Didorong Penguatan Nvidia |
|
|---|
| Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah Hari Ini, Inilah Penyebab |
|
|---|
| Merchant Pengguna QRIS Tembus 12 Juta |
|
|---|
| Alasan Kenapa Keuangan Syariah Tetap Tumbuh Baik di Tengah Pandemi Covid-19 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-rupiah-nilai-tukar-rupiah_20170210_083439.jpg)