Berita Semarang
Gangster makin Manjadi-jadi, Sutrisno: Sibuk Ngurusi Pilkada, Keamanan Masyarakat Dikesampingkan!
Sutrisno (45) warga Semarang Barat menuturkan, pihak berwenang sibuk dengan urusan Pilkada sampai lupa keamanan masyarakat yang seharusnya diprioritas
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pihak di berbagai wilayah menyerukan kondusifitas jelang Pilkada serentak.
Tak terkecuali di ibukota Jateng yaitu di Kota Semarang. Berbagai kalangan terus menggaungkan kondusifitas di Kota Lumpia.
Bahkan ada yang menyebut, kondusif di Kota Semarang terkendali dan aman. Namun, apakah hal itu benar adanya atau hanya argumen sepihak untuk meredam gejolak di masyarakat?.
Fakta di lapangan sendiri menunjukkan hal berbeda, di mana masyarakat Kota Semarang dihantui aksi brutal gangster.
Catatan Tribunjateng.com, ada 6 aksi meresahkan yang dilakukan oleh gangster di Kota Semarang sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2024.
Pada Sabtu (17/8) aksi gengster di Pandanaran menyebabkan satu orang tewas dengan luka sabetan senjata tajam.
Kemudian pada Minggu (25/8), warga sekitar Taman Indonesia Kaya diresahkan dengan aksi dua kelompok yang saling saring serang menggunakan senjata tajam.
Berlanjut pada Minggu (1/9), tawuran antar kelompok menggunakan senjata tejam juga terjadi di wilayah Sawah Besar.
Pada Senin (9/9) dini hari, aksi serupa juga terjadi di Madukoro Semarang
Selang sepekan lebih, pada Senin (16/9) 20 orang ditangkap di Bangetayu. Puluhan orang tersebut juga saling serang menggunakan senjata tajam.
Yang paling menggemparkan, aksi gangster di wilayah Gajahmungkur pada Selasa (17/9). Di mana satu mahasiswa diserang sekelompok orang, mahasiswa tersebut akhirnya meninggal di lokasi kejadian karena kehabisan darah lantaran terkena tusukan senjata tajam.
Dari catatan tersebut, dalam satu kurun waktu satu bulan ada 6 kejadian yang dilakukan oleh para gengster di Kota Semarang.
Kondisi itu membuat masyarakat gemas plus resah, apalgi para pekerja yang acapkali kali pulang ke rumah larut malam.
"Kejadian selalu malam hari, pastinya takut juga karena saya pulang kerja malam," kata Rini Astuti (33) satu di antara warga Kota Semarang, Kamis (19/9/2024).
Rini mengatakan, masyarakat cemas saat keluar malam dan merasa tak aman karena aksi para gangster.
Harga Beras Medium di Semarang Tembus Rp15 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Percontohan Nasional, Koperasi Merah Putih Gedawang Tembus Omzet Rp 69 Juta dalam 1,5 Bulan |
![]() |
---|
Wali Kota Semarang Anjurkan Pedagang Kelontong Kulakan di Koperasi Merah Putih |
![]() |
---|
Pemkot Semarang Wajibkan ASN Jadi Anggota KKMP, Wali Kota: Akan Dipantau Kepala Dinas dan Kabag |
![]() |
---|
Sosok Rohmat Sukur, Warga Semarang Terlibat Penculikan Kacab Bank BUMN: Sering Nyupiri Bos |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.