Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Gangster makin Manjadi-jadi, Sutrisno: Sibuk Ngurusi Pilkada, Keamanan Masyarakat Dikesampingkan! 

Sutrisno (45) warga Semarang Barat menuturkan, pihak berwenang sibuk dengan urusan Pilkada sampai lupa keamanan masyarakat yang seharusnya diprioritas

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
istimewa
Polisi mengamankan sejumlah anggota gangster yang berencana hendak tawuran di Pos Turjawali, Simpang Lima, Kota Semarang, Senin (15/9/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pihak di berbagai wilayah menyerukan kondusifitas jelang Pilkada serentak.

Tak terkecuali di ibukota Jateng yaitu di Kota Semarang. Berbagai kalangan terus menggaungkan kondusifitas di Kota Lumpia.

Bahkan ada yang menyebut, kondusif di Kota Semarang terkendali dan aman. Namun, apakah hal itu benar adanya atau hanya argumen sepihak untuk meredam gejolak di masyarakat?.

Fakta di lapangan sendiri menunjukkan hal berbeda, di mana masyarakat Kota Semarang dihantui aksi brutal gangster.

Catatan Tribunjateng.com, ada 6 aksi meresahkan yang dilakukan oleh gangster di Kota Semarang sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2024.

Pada Sabtu (17/8) aksi gengster di Pandanaran menyebabkan satu orang tewas dengan luka sabetan senjata tajam.

Kemudian pada Minggu (25/8), warga sekitar Taman Indonesia Kaya diresahkan dengan aksi dua kelompok yang saling saring serang menggunakan senjata tajam.

Berlanjut pada Minggu (1/9), tawuran antar kelompok menggunakan senjata tejam juga terjadi di wilayah Sawah Besar.

Pada Senin (9/9) dini hari, aksi serupa juga terjadi di Madukoro Semarang 

Selang sepekan lebih, pada Senin (16/9) 20 orang ditangkap di Bangetayu. Puluhan orang tersebut juga saling serang menggunakan senjata tajam.

Yang paling menggemparkan, aksi gangster di wilayah Gajahmungkur pada Selasa (17/9). Di mana satu mahasiswa diserang sekelompok orang, mahasiswa tersebut akhirnya meninggal di lokasi kejadian karena kehabisan darah lantaran terkena tusukan senjata tajam.

Dari catatan tersebut, dalam satu kurun waktu satu bulan ada 6 kejadian yang dilakukan oleh para gengster di Kota Semarang.

Kondisi itu membuat masyarakat gemas plus resah, apalgi para pekerja yang acapkali kali pulang ke rumah larut malam.

"Kejadian selalu malam hari, pastinya takut juga karena saya pulang kerja malam," kata Rini Astuti (33) satu di antara warga Kota Semarang, Kamis (19/9/2024).

Rini mengatakan, masyarakat cemas saat keluar malam dan merasa tak aman karena aksi para gangster.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved