Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Korban PHK di Jateng Januari-September 2024 Tertinggi se-Indonesia, Disumbang Sektor Ini

Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jateng tertinggi di Indonesia pada periode Januari - September 2024.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Muhammad Olies
Tribun Jateng / Bram Kusuma
Ilustrasi Jawa Tengah menempati posisi teratas di angka jumlah PHK terbanyak selama tahun 2024 

TRIBUNJATENG.COM - Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jateng tertinggi di Indonesia pada periode Januari - September 2024.

Penyumbang kasus PHK tahun ini terbanyak berasal dari sektor pengolahan. 

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hampir 53 ribu tenaga kerja sudah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2024. 

Melansir data dari Kemnaker sebagaimana dikutip dari Kontan, pada bulan September 2024, tercatat ada tambahan jumlah korban PHK sebanyak 6.753 orang.

Sehingga bila digabung sejak Januari lalu, maka total pekerja yang terkena PHK mencapai 52.933 orang. 

"Total PHK per 26 September 2024 52.993 tenaga kerja, meningkat (dibanding periode yang sama tahun lalu),” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker, Indah Anggoro Putri dalam keterangannya dikutip pada Minggu (29/9/2024).

Baca juga: Pabrik Tekstil di Indonesia Terus Berguguran, Terbaru di Karanganyar, Mirah Khawatir PHK Makin Masif

Baca juga: Beda Data, DPR RI Minta Pemprov Jateng Lakukan Pendatan Ulang Terkait PHK

Angka PHK di Jateng tertinggi se-Indonesia dengan total 14.767 kasus, lalu disusul Banten 9.114 kasus, dan DKI Jakarta 7.469 kasus. 

Apabila dilihat bedasarkan sektornya, kasus PHK terbanyak berasal dari sektor pengolahan yang mencapai 24.013 kasus.

Kemudian, disusul oleh sektor jasa yang menyampai 12.853 kasus dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 3.997 kasus. 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui banyak perusahaan yang melakukan PHK belakangan ini.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan, sebut Ida, masih melakukan mitigasi terkait banyaknya PHK akhir-akhir ini. Demikian dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada 2 September 2024. 

“Kami terus melakukan memitigasi agar jangan sampai PHK itu terjadi. Jadi upaya-upayanya kami pertemukan, antara manajemen dengan pekerja, kami ketemukan itu, bisa menekan terjadinya PHK,” tutur Ida.

Sebagai contoh, di Jakarta sendiri yang berada di peringkat kedua setelah Jawa Tengah, ada sekitar 7.400 pekerja yang mengalami PHK pada periode Agustus 2024.

Di Jawa Tengah, pekerja yang banyak mengalami PHK di sektor manufaktur, tekstil, hingga industri pengolahan.

Sementara di Jakarta, korban PHK terbanyak adalah sektor jasa. Berikutnya di Banten, PHK banyak terjadi di industri petrokimia.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved